Tema 'Santri Siaga Jiwa Raga' Dinilai Relevan di Masa Pandemi

Harijal - Jumat, 22 Oktober 2021 13:57 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2021/10/209de2102021_temasantrisiagajiwaragadinil.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Upacara peringatan Hari Santri tahun 2021 di Lapangan Kantor Bupati Pelalawan, Jumat (22/10/2021).

PELALAWAN - Di masa pandemi COVID-19 saat ini, tema yang diangkat Hari Santri tahun 2021 yakni 'Santri Siaga Jiwa Raga'. 

Tema ini dinilai sangat penting dan relevan. Lantaran, kaum santri tidak boleh lengah dalam menjaga protokol kesehatan 5M+1D (Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, Mengurangi Mobilitas, dan Doa).  

Hal itu disampaikan Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar, saat menyampaikan pesan Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas, dalam upacara peringatan Hari Santri tahun 2021 di Lapangan Kantor Bupati Pelalawan, Jumat (22/10/2021). 

Menag, kata Syamsuar mengapresiasi pengalaman beberapa pesantren yang berhasil melakukan upaya pencegahan, pengendalian, dan penanganan atas dampak pandemi COVID-19. 

Hal itu lanjutnya, menjadi bukti nyata bahwa pesantren juga memiliki kemampuan untuk menghadapi pandemi COVID-19 di tengah berbagai keterbatasan fasilitas yang dimilikinya. 

"Modal utamanya adalah tradisi kedisiplinan dan sikap kehati-hatian yang selama ini diajarkan oleh para pimpinan pesantren kepada santri-santrinya," ujar Gubri. 

"Tidak lupa pula bahwa keteladanan mereka berkontribusi untuk mendorong para santri bersedia ikut vaksin yang saat ini sedang diprogramkan oleh pemerintah," tambahnya. 

Adapun Maksud tema 'Santri Siaga Jiwa Raga' adalah bentuk pernyataan sikap Santri Indonesia agar selalu siap siaga menyerahkan jiwa dan raga untuk membela Tanah Air, mempertahankan persatuan Indonesia dan mewujudkan perdamaian dunia. 

Siaga Jiwa bermakna santri tidak lengah menjaga kesucian hati dan akhlak, berpegang teguh pada akidah, nilai dan ajaran Islam Rahmatan lil’alamin serta tradisi luhur bangsa Indonesia. 

Sedangkan Siaga Raga berarti badan, tubuh, tenaga, dan buah karya santri didedikasikan untuk Indonesia. Oleh karena itu, santri tidak pernah Lelah dalam berusaha dan terus berkarya untuk Indonesia. 

"Jadi, Siaga Jiwa Raga merupakan komitmen seumur hidup santri yang terbentuk dari tradisi pesantren. Tidak hanya mengajarkan kepada santri-santri tentang ilmu dan akhlaj. Melainkan juga tazkiyatun nafs, yaitu mensucikan jiwa dengan cara digembleng melalui berbagai 'tirakat' lahir dan batin yang diamalkan dalam kehidupan sehari-hari," pungkasnya. (MCR)

Berita Terkait

Muslim

Terima Lulusan IPDN Riau, Syahrial Abdi: Jaga Integritas, Optimalkan Pelayanan

Muslim

Fun Pingpong Competition, Pererat Sinergi SKK Migas, EMP dan PWI Riau

Muslim

Ketahanan Pangan, Kapolsek Kandis dan Personel Siapkan Kebutuhan Air untuk Tanaman Jagung

Muslim

Hendry Munief Motivasi Santri PP Hidayatullah Pekanbaru Jadi Santripreneur Berbasis Nilai Tauhid

Muslim

Wako Geram Revitalisasi Pasar Bawah Tak Tuntas, Pengelola Terancam Putus Kontrak

Muslim

Ekspedisi Merah Putih Presisi 2026 Resmi di Buka, Polda Riau Hadirkan Layanan hingga Pulau Terluar