Niat dan Tata Cara Sholat Gerhana Bulan, Lengkap dengan Bacaan Latin dan Artinya

Harijal - Selasa, 25 Mei 2021 23:42 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2021/05/3c7a26052021_untitled2.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Bulan tampak berwarna merah darah saat terjadinya fenomena gerhana bulan total di atas langit Tel Aviv, Israel,, Jumat (27/7). Gerhana bulan terlama pada abad ini dapat disaksikan di seluruh dunia dengan mata telanjang. (AP/Ariel Schalit)

JAKARTA - Gerhana Bulan total akan berlangsung pada Rabu (26/6/2021). Gerhana bulan total atau disebut dengan `Super Flower Blood Moon` ini bisa disaksikan mulai pukul 18.09 WIB hingga 20.51 WIB.

Saat puncak gerhana Bulan total terjadi, hampir seluruh wilayah Indonesia dapat menyaksikannya. Gerhana Bulan Total ini dapat dilihat jika kondisi cuaca cerah-berawan dan aman disaksikan masyarakat dengan mata telanjang, tanpa harus menggunakan kaca mata khusus gerhana.

Mengingat kebesaran tuhan ini, sebagai umat muslim sudah seharusnya kita disunahkan menunaikan sholat gerhana Bulan.

Sholat gerhana Bulan sebaiknya dikerjakan secara berjamaah di masjid sebelum atau setelah sholat Subuh. Apalagi salat gerhana Bulan termasuk ke dalam amalan sunnah muakkad.

Untuk tata cara shalat gerhana bulan total, dilakukan tanpa didahului dengan azan atau iqamat. Yang disunnahkan hanyalah panggilan sholat dengan lafaz `As-Shalatu Jamiah`.

Sholat gerhana Bulan dilakukan sebanyak 2 rakaat. Masing-masing rakaat dikerjakan dengan 2 kali berdiri, 2 kali membaca Surat Alquran, 2 ruku' dan 2 sujud. 

Niat Sholat Gerhana

Ilustrasi Muslimah Menunaikan Sholat Credit: freepik.com

Untuk tata cara salat gerhana bulan, dilakukan tanpa didahului dengan azan atau iqamat. Yang disunnahkan hanyalah panggilan sholat dengan lafaz `As-Shalatu Jamiah`.

Sholat gerhana dilakukan sebanyak 2 rakaat. Masing-masing rakaat dikerjakan dengan 2 kali berdiri, 2 kali membaca Surat Alquran, 2 ruku` dan 2 sujud. 

Jika menjadi imam sholat gerhana bulan:

Usholli sunnatal khusuufi rok’ataini imaaman lillahi ta’aalaa.Artinya,

“Aku niat sholat gerhana bulan dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta’ala."

Niat Sholat Saat Menjadi Makmum

Ilustrasi Sholat, Ibadah (Photo created by rawpixel.com on freepik)

Jika menjadi makmum sholat gerhana bulan:

Usholli sunnatal khusuufi rok’ataini ma’muuman lillahi ta’aalaa.Artinya,

Aku niat sholat gerhana bulan dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.

Niat Sholat Sendirian

Jika melakukan sholat gerhana bulan sendirian:

Usholli sunnatal khusuufi rok’ataini lillahi ta’aalaa.Artinya,

“Aku niat sholat gerhana bulan dua rakaat karena Allah Ta’ala."

Tata Cara Sholat

ilustrasi salat idul fitri/Muhammad Shairazi / Shutterstock.com

Saat mengerjakan salat gerhana bulan Juli 2018, disunnahkan memanjangkan ruku` dan sujud dengan bertasbih kepada Allah SWT. Lebih lengkapnya, berikut ini teknis tata cara salat gerhana bulan.

1. Sebelum memulai, membaca niat salat gerhana bulan 

2. Takbiratul Ihram.

3. Setelah mengucapkan takbir, membaca taawudz dan Surat Al-Fatihah. Kemudian membaca surat panjang misalnya Al-Baqarah.

4. Karena dianjurkan memanjakan ruku`, bisa disertai dengan membaca tasbih selama 100 kali. 

5. Kemudian bangkit tapi tidak membaca doa I`tidal, melainkan baca Surat Al-Fatihah. Setelah itu membaca surat yang lebih pendek

6. Ruku` lagi dengan membaca tasbih selama 80 kali.

7. Kemudian bangkit dan membaca doa I`tidal.

8. Sujud dengan membaca tasbih 100 kali seperti waktu ruku` pertama.

9. Duduk di antara dua sujud.

10. Sujud kedua dengan membaca tasbih 80 kali selama ruku` kedua.

11. Duduk istirahat atau duduk sejenak sebelum bangkit untuk mengerjakan rakaat kedua.

12. Bangkit dari duduk, lalu mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama dengan rakaat pertama.

13. Namun setelah membaca Al-Fatihah dianjurkan membaca surat An-Nisa pada rakaat pertama. Untuk rakaat kedua dianjurkan membaca Surat Al-Maidah.

14. Mengucapkan salam.

Setelah melakukan salat, ada baiknya untuk terus  berdoa dan beristighfar kepada Allah SWT. Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa kagum sekaligus takut akan kekuasaan Allah SWT. Selain itu, berdoa saat gerhana bulan merupakan waktu yang mustajab agar doa kita lekas dikabulkan oleh Allah.

(sumber: Liputan6.com)

Berita Terkait

Muslim

Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu

Muslim

Kelompok Tani SKB Pangean Merasa Dibohongi PT. RAPP, Tuntut Penyelesaian Lahan

Muslim

Komisioner KI Kecam Kadisdik Riau, Abaikan Sengketa Informasi, Minta Diberi Sanksi Keras

Muslim

Prosedur Pemindahan Warga Binaan, Kalapas Bagansiapiapi Kedepankan Asas Pembinaan

Muslim

Musrenbang RKPD 2027 Pemprov Riau, Hendry Munief Beri Catatan Penting

Muslim

Bupati Inhil Bangun Pasar Induk Yos Sudarso yang Megah, Pedagang Pasar Subuh Pindah ke Lokasi Baru