Belajar Dari Darunnajah Guna Cegah Covid-19 di Pesantren

Harijal - Jumat, 16 Oktober 2020 23:47 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2020/10/a960ff102020_untitled8.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(CNBC Indonesia/ Tri Susilo)
Foto: Pesantren An-Nuqthah, Tangerang Banten

JAKARTA - Pondok Pesantren (Ponpes) menjadi salah satu lembaga pendidikan yang mendapatkan sorotan di tengah pandemi saat ini. Pasalnya, peserta didik tinggal dan belajar pada lokasi yang sama selama waktu tertentu.

Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah, KH. Sofwan Manaf mengatakan telah melakukan koordinasi dengan dinas kesehatan untuk mencegah terjadi penularan di lingkungan ponpes.

"Pesantren ini dites semua oleh dinkes, dan usaha-usaha kita koordinasi cukup bagus dengan dinkes. Alhamdulillah setelah itu tak ada lagi yang terjangkit. Hanya satu itu pun bawaan dari rumah," ujarnya secara virtual di Jakarta, Jumat (16/10/2020).

Dia menjelaskan bagaimana menjaga ponpes agar terhindar dari penularan. Pertama menerapkan one gate sistem. Artinya, semua masyarakat yang sudah sehat di dalam pesantren itu, bagaimana caranya tidak bisa keluar masuk dari pesantren.

"Kedua harus ada disiplin yang sifatnya pemaksaan, dipaksa. Masker di darunnajah, yang tidak pakai kita charge Rp 250 ribu. 50% pelapor, 50% buat lembaga," katanya.

"Santri, wajib. Kalau tidak kita kena sanksi. Mengubah perilaku dari tidak siap, menjadi siap kalau dipesantren harus dipaksa. Selain itu hidup sehat, olahraga, standar artinya cukup olahraga, kegiatan dikurangi," imbuhnya.

Adapun sistem belajar mengajar saat ini dibagi menjadi dua yaitu ada yang masih dengan pengajaran jarak jauh. Kedua luring, masuk asrama ini, itu diharapkan masuk itu dengan 4 tahapan, salah satunya mereka membawa rapid test.

Menanggapi ini, Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Covid-19, Sonny B. Harmadi menegaskan, perubahan perilaku menempatkan masyarakat menjadi agen perubahan perilaku berperan serta menghindari covid-19. Apalagi menurutnya, pendidikan hingga pesantren merupakan satuan garda terdepan dalam mendorong perubahan perilaku melalui keteladanan dan edukasi.

"Karena beliau ini kaum cendekia, berharap bisa memberikan pengetahuan ke masyarakat sekitarnya," pungkasnya.

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito mengatakan perubahan perilaku paling penting dalam mengantisipasi penyebaran virus corona. Alasannya, penularan virus ini dari manusia yang masuk melalui mata, hidung, dan mulut.

"Perubahan perilaku ini menjadi penting. #pakai masker, #jagajarak dan menghindari kerumunan, serta #cucitangan pakai sabun di air mengalir upaya efektif menangkal Covid-19," ujar Prof. Wiku Adisasmito.

(CNBCIndonesia.com)

Berita Terkait

Muslim

Terekam CCTV, Pelaku Curanmor 10 TKP Diringkus Polsek Senapelan

Muslim

Enam Jemaah Haji Riau Masih Jalani Perawatan di Batam

Muslim

Hj. Katerina Susanti Sambut Kunjungan Ketua Dekranas RI di Stand Dekranasda Inhil

Muslim

Wawako Markarius Anwar Lantik 42 Pejabat di Lingkup Pemko Pekanbaru

Muslim

Tak Hadir Ujian CAT, Dua Calon Anggota KPID Riau Gugur

Muslim

Disketapang Pekanbaru Monitoring Ketersediaan Pangan