Soal Radikalisme, Waketum MUI Minta Menag Banyak Baca

Harijal - Jumat, 04 September 2020 21:17 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2020/09/85b041092020_untitled34.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Menteri Agama (Menag) RI Fachrul Razi.

JAKARTA - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhyiddin Junaidi meminta agar Menteri Agama Fachrul Razi lebih membaca banyak literatur yang benar terkait ajaran Islam.

Itu disampaikannya merespons pernyataan Fachrul soal radikalisme disusupkan lewat sosok berpenampilan baik (good looking) ke tengah masyarakat.

Menurut Muhyidin, dengan banyak baca literatur Islam, Fachrul bisa mencegah terjebak naskah yang diduga disiapkan pihak lain yang memiliki agenda terselubung di Indonesia ini.

"Menag harus banyak baca literatur yang benar, bukan ceramah yang disiapkan oleh pihak yang sengaja punya hidden agenda di negeri ini," kata Muhyiddin kepada CNNIndonesia.com, Jumat (4/9).

Lebih lanjut, Muhyiddin menegaskan tuduhan Fachrul itu tak berdasar dan menyakitkan bagi umat Islam di Indonesia. Ia menyatakan seharusnya Fachrul bisa melihat sudah banyak kontribusi umat Islam dalam memerdekakan bangsa Indonesia.

"MUI meminta agar Fachrul menarik semua tuduhannya yang tak mendasar karena itu sangat menyakitkan dan mencederai perasaan umat Islam," kata dia.

Bukan hanya itu, Muhyiddin pun mengaku heran Fachrul kerap kali mengambinghitamkan dan mendikotomikan umat Islam selama menjabat sebagai Menteri Agama.

Fachrul memang sosok yang cukup kontroversial dalam menyikapi radikalisme. Ia sempat menyatakan ingin membatasi penggunaan cadar dan celana cingkrang di instansi pemerintah beberapa waktu lalu.

Muhyiddin turut berpesan agar Fachrul tak boleh menggeneralisasi satu fenomena yang ditemukan di tengah-tengah masyarakat sebagai bentuk perilaku umat Islam pada umumnya.

"Ia sama sekali tak pernah menyinggung pengikut agama lain melakukan kerusakan bahkan menjadikan rumah ibadah sebagai tempat untuk mengkader para generasi anti-NKRI dan separatis radikalis yang jelas musuh bersama," kata Muhyiddin.

Sementara itu, dalam keterangannya, Dirjen Bina Masyarakat Islam, Kementerian Agama Kamaruddin Amin menjelaskan pernyataan Fachrul Razi soal penetrasi radikalisme lewat sosok 'good looking'.

"Pernyataan Menag soal `good looking` itu hanya ilustrasi," kata Kamaruddin dalam keterangan resminya, Jumat (4/9).

Lebih lanjut, Kamaruddin menegaskan pernyataan Fachrul itu tak memiliki tujuan untuk menuduh dan menyinggung pihak manapun.

(CNNIndonesia.com)

Berita Terkait

Muslim

Terekam CCTV, Pelaku Curanmor 10 TKP Diringkus Polsek Senapelan

Muslim

Enam Jemaah Haji Riau Masih Jalani Perawatan di Batam

Muslim

Hj. Katerina Susanti Sambut Kunjungan Ketua Dekranas RI di Stand Dekranasda Inhil

Muslim

Wawako Markarius Anwar Lantik 42 Pejabat di Lingkup Pemko Pekanbaru

Muslim

Tak Hadir Ujian CAT, Dua Calon Anggota KPID Riau Gugur

Muslim

Disketapang Pekanbaru Monitoring Ketersediaan Pangan