Ternyata, UAS Merindukan Penyair

Harijal - Kamis, 06 Agustus 2020 17:51 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2020/08/0a98b4082020_untitled7.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
UAS ketika menyampaikan ceramah di BKD Riau beberapa waktu lalu.

PEKANBARU - Pendakwah kondang Ustadz Dr Abdul Somad, Lc, MA, ternyata merindukan penyair.  Tapi kerinduan tersebut harus tidak terlepas dari dakwah sebagai suatu keharusan kaum muslimin yang memang menjadi lahan bakti UAS. 

“Lebih konkritnya, saksikan saja acara bertajuk Penyair Berwakaf Bersama UAS, Kamis ini, mulai sekitar pukul 20.30,” kata Pembina Yayasan Pusaka Riau (YPR) Taufik Ikram Jamil, kepada media. YPR bersama Yayasan Tabung Wakaf Umat (YTWU), menjadi penyelenggara acara Penyair Berwakaf Bersama Umat itu. 

Taufik mengaku, beberapa pekan lalu, dia dihubungi salah seorang anggota tim UAS, Hendri Anak Abdurrahman yang dikenalnya sejak lama. Menurut Hendri, UAS selalu bertanya penyair-penyair dan menyebut-nyebut mereka dalam pembicaraan santai ketika istirahat.

“Dah kita buat acara saja,” ujar  Taufik kepada Hendri yang langsung memberi respon positif, tinggal menyesuaikan jadwal UAS. 

Menurut Taufik, kerinduan UAS kepada penyair dapat ditebak. Pertama, UAS  sebagaimana manusia pada lazimnya, memiliki rasa kepenyairan, bahkan tak jarang terlihat dalam ceramah-ceramahnya. Ketika menerima gelar adat Melayu, Datuk Seri Ulama Setia Negara dari Lembaga Adat Melayu Riau, UAS menyampaikan kata sambutan justeru dalam rangkaian syair dengan jalinan kertas panjang, sehingga memberi kesan terssendiri.

Di sisi lain, hubungan kepenyairan dengan Islam amat erat. Kepenyairan, mewarnai masyarakat pra-Islam, tetapi tetap bermakna dalam penyebaran bahkan mempertahankan Islam. “UAS akan bicara soal ini juga, insyaallah,” ujar Taufik.

Acara Penyair Berwakaf Bersama UAS, dilaksanakan dengan tatap muka dan dalam jaringan. Tatap muka dipusatkan di Gedung Idrus Tintin Pekanbaru, sementara dalam jaringan disiarkan di saluran Ustadz Abdul Somad Official baik di FB, Instagram maupun YouTube, selain  saluran FB maupun zoom YPR. Untuk tatap muka dibatasi 200 orang dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Beberapa penyair akan tampil membacakan sajak. Mereka adalah Aris Abeba, Dheni Kurnia, Eko Ragil Ar-Rahman, Juliana, Samsudin Adlawi, Syaukani al-Karim, dan Taufik Ikram Jamil.(MCR)

Berita Terkait

Muslim

Terekam CCTV, Pelaku Curanmor 10 TKP Diringkus Polsek Senapelan

Muslim

Enam Jemaah Haji Riau Masih Jalani Perawatan di Batam

Muslim

Hj. Katerina Susanti Sambut Kunjungan Ketua Dekranas RI di Stand Dekranasda Inhil

Muslim

Wawako Markarius Anwar Lantik 42 Pejabat di Lingkup Pemko Pekanbaru

Muslim

Tak Hadir Ujian CAT, Dua Calon Anggota KPID Riau Gugur

Muslim

Disketapang Pekanbaru Monitoring Ketersediaan Pangan