Senyum Miliki Keutamaan Sangat Besar, Ini Penjelasannya

Harijal - Minggu, 12 Juli 2020 20:35 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2020/07/aded6c072020_untitled28.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Ilustrasi senyum. (Foto: Unsplash)

SEORANG Muslim hendaknya selalu memberikan senyum kepada sesama saudara. Sebab, senyum akan medatangkan sejumlah kebaikan.

Selain itu, senyum juga bernilai ibadah sedekah jika dilakukan kepada sesama Muslimin. Hal ini tentu menajadi ibadah dengan keutamaan besar dan dilakukan dengan cukup mudah.

Mengutip dari Muslim.or.id, Minggu (12/7/2020), dari Abu Dzar Radhiyallahu anhu, dia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

تَبَسُّمُكَ فِى وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ

Artinya: "Senyummu di hadapan saudaramu (sesama Muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu." (HR At-Tirmidzi Nomor 1956, Ibnu Hibban Nomor 474 dan 529, dll. Dinyatakan shahih oleh Ibnu Hibban, dan dinyatakan hasan oleh At-Tirmidzi dan Syekh Al Albani dalam Ash-Shahihah Nomor 572)

Hadis ini menunjukkan keutamaan tersenyum dan menampakkan wajah manis di hadapan seorang Muslim. Hadis ini semakna dengan sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam yang lain:

"Janganlah sekali-kali engkau menganggap remeh suatu perbuatan baik, meskipun (perbuatan baik itu) dengan engkau menjumpai saudaramu (sesama Muslim) dengan wajah yang ceria." (HR Muslim Nomor 2626)

Hikmah yang dapat dipetik dari hadis ini adalah:

1. Menampakkan wajah ceria dan berseri-seri ketika bertemu dengan seorang Muslim akan mendapat ganjaran pahala seperti pahala bersedekah.

2. Keutamaan dalam hadis ini lebih dikuatkan dengan perbuatan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam sendiri, sebagaimana disebutkan oleh sahabat Jarir bin Abdullah Al Bajali Radhiyallahu anhu, dia berkata:

"Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam tidak pernah melarangku untuk menemui Beliau sejak aku masuk Islam, dan Beliau Shallallahu alaihi wa sallam tidak pernah memandangku kecuali dalam keadaan tersenyum di hadapanku." (HR Bukhari Nomor 5739 dan Muslim Nomor 2475)

3. Menampakkan wajah manis di hadapan seorang Muslim akan membuat hatinya merasa senang dan bahagia, serta melakukan perbuatan yang menyebabkan bahagianya hati seorang Muslim adalah suatu kebaikan dan keutamaan.

4. Imam Adz-Dzahabi menyebutkan faedah penting sehubungan dengan masalah ini. Ketika beliau mengomentari ucapan Muhammad bin Nu`man bin Abdussalam, yang mengatakan, "Aku tidak pernah melihat orang yang lebih tekun beribadah melebihi Yahya bin Hammad, dan aku mengira dia tidak pernah tertawa."

(okezone.com)

Berita Terkait

Muslim

Terekam CCTV, Pelaku Curanmor 10 TKP Diringkus Polsek Senapelan

Muslim

Enam Jemaah Haji Riau Masih Jalani Perawatan di Batam

Muslim

Hj. Katerina Susanti Sambut Kunjungan Ketua Dekranas RI di Stand Dekranasda Inhil

Muslim

Wawako Markarius Anwar Lantik 42 Pejabat di Lingkup Pemko Pekanbaru

Muslim

Tak Hadir Ujian CAT, Dua Calon Anggota KPID Riau Gugur

Muslim

Disketapang Pekanbaru Monitoring Ketersediaan Pangan