Suami-Istri Ini Jadi Pelopor Penyedia Makanan Halal di Kanada

Harijal - Kamis, 25 Juni 2020 01:43 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2020/06/bec52d062020_untitled44.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(Foto: Istimewa)
Ilustrasi makanan halal.

MENGHADIRKAN makanan halal untuk keluarga Muslim di negara-negara barat merupakan suatu tantangan besar, terutama di wilayah-wilayah terpencil. Namun situasi berbeda terjadi di Distrik Fredericton, Kanada.

Di sana dapat ditemukan makanan-makanan halal. Hal ini dipelopori Muslim pasangan suami-istri Asad Khan dan Sadia. Menyediakan penganan halal sudah mereka lakukan sejak pindah ke ibu kota Provinsi New Brunswick di Atlantik Kanada.

"Entah bagaimana kami berjuang mendapatkan makanan halal," kata Asad Khan kepada Telegraph Journal, dikutip dari About Islam, Kamis (25/6/2020).

Alih-alih menjadi masalah, mereka justru melihatnya sebagai peluang bisnis. Pasangan asal Pakistan ini meluncurkan bisnis makanan halal yang disebut Simply Fresh.

Ketika menyiapkan makanan halal buatan sendiri, mereka juga berhasil membangun jaringan pembeli hasil komentar dari banyak orang dan promosi di media sosial.

Setelah sukses menjalani bisnis makanan halal, mereka sekarang meluncurkan layanan belanja halal secara daring yang diharapkan akan berkembang di luar Distrik Fredericton, di seluruh New Brunswick, atau bahkan lebih jauh lagi.

"Ini bukan hanya tentang komunitas Muslim," kata Asad, "Kami memanfaatkan komunitas Asia."

Pasangan ini berharap bisnisnya dapat lebih berkembang pada masa depan hingga bisa membuka lowongan pekerjaan bagi warga lokal dan memberi sumbangan ke komunitas di Fredericton.

"Saya ingin menjadi bagian dari komunitas bisnis ini," ungkap Asad.

Bagi Nichola Taylor, mualaf Muslim Inggris yang tinggal di Fredericton bersama keluarga, menemukan alternatif makanan halal merupakan tantangan tersendiri.

"Tidak ada berbagai pilihan makanan halal di Fredericton. Kami memiliki satu petani lokal yang menawarkan daging halal dan pilihan terbatas di beberapa supermarket besar," katanya kepada About Islam.

Oleh karena itu, Nichola Taylor menganggap bisnis makanan halal dari keluarga Asad Khan sebagai jalan keluar di sana.

"Jadi ini adalah tambahan selamat datang dan menambahkan lebih banyak variasi untuk Muslim yang tinggal di Fredericton. Saya belum memesan apa pun dari mereka secara pribadi, tetapi akan berusaha melakukannya di masa mendatang," tambah Taylor.

Istilah halal umumnya digunakan untuk daging, tetapi juga berlaku untuk produk makanan lain, misalnya kosmetik, produk perawatan pribadi, dan obat-obatan yang tidak boleh berasal dari sumber non-halal seperti daging babi.

Halal juga berlaku untuk bahan-bahan lain yang dikonsumsi dan dimakan yang tidak boleh membahayakan kesehatan manusia. Contohnya, Islam menganggap anggur, minuman beralkohol, rokok, E-cigs, shisha, dan sejenisnya tidaklah sehat.

Menurut Fredericton Islamic Association (FIA), ada lebih dari 50 keluarga Muslim di sana dan sekitarnya. Ada juga rata-rata populasi sementara sekira 300–400 siswa Muslim. 

(okezone.com)

Berita Terkait

Muslim

Melalui Program Quick Wins Kapolri, Ditreskrimsus Polda Riau Gencarkan Edukasi Antikejahatan Digital

Muslim

Program Seragam Sekolah Gratis Pemko Pekanbaru Berlanjut Tahun Depan

Muslim

AKP Noki Loviko Bikin Pengedar Narkoba Ketar-Ketir, Empat Orang Diringkus

Muslim

Ketua dan Wakil Ketua OSIS UPT SMP Negeri 1 Bangkinang Kota Periode 2026-2027 Resmi Dilantik

Muslim

Pemasangan PJU Simpang MTQ Pekanbaru Digesa

Muslim

BBKSDA Konfirmasi Temuan di Jalan Lingkar Bangkinang adalah Jejak Harimau