Amalan dan Keutamaan di Bulan Zulkaidah

Harijal - Selasa, 23 Juni 2020 23:04 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2020/06/cf76c7062020_untitled28.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(Foto: Adhi Wicaksono)
Ilustrasi: Zulkaidah kerap terlupakan karena hampir tak ada momen yang dirayakan umat Islam pada bulan ini. Berikut sejumlah keutamaaan dan amalan yang bisa dikerjakan.

JAKARTA - Kalender Hijriah memasuki bulan Zulkaidah yang bertepatan dengan 22 Juni. Terdapat sejumlah amalan dan keutamaan bulan Zulkaidah atau dikenal juga dengan bulan Dzulqa`dah.

Bulan ke-11 dalam penanggalan Islam ini termasuk merupakan waktu yang dimuliakan oleh Allah. Bulan ini kerap terlupakan oleh banyak orang karena hampir tak ada momen yang kerap dirayakan umat Islam. Namun, inilah yang justru menjadi kelebihan bulan Zulkaidah.

Berikut keutamaan bulan Zulkaidah.

1. Zulkaidah bulan yang muliaKeutamaan bulan Zulkaidah yang paling utama adalah bulan yang termasuk dalam bulan haram. Zulkaidah merupakan satu dari empat bulan yang termasuk dalam bulan haram atau bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT. Tiga bulan mulia lainnya adalah bulan Muharam, Rajab, dan Zulhijah.

"Dzulqa`dah bulan yang disebut bulan haram atau bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT," kata Pimpinan Al-Afifiyah Kota Bandung KH Wahyul Afif Al-Ghafiqi kepada CNNIndonesia.com.

Bulan haram ini sesuai dengan firman Allah dalam surat At-Taubah ayat 36.

"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa," terjemahan surat At-Taubah ayat 36.

2. Amalan yang dilipatgandakanAllah menjanjikan setiap amalan yang dilakukan pada bulan yang muliabakal dilipatgandakan.

"Kebanyakan kaum muslimin terlupa melakukan kebaikan amal saleh di bulan Dzulqa'dah, dibandingkan bulan Dzulhijjah yang ada ibadah haji, Muharam ada peringatan tahun baru Islam, atau Rajab banyak momen penting. Padahal, barang siapa yang melaksanakan badan di bulan haram pahalanya bakal dilipat gandakan," ungkap ustaz Wahyul.

Ustad Wahyul juga menyebut Nabi Muhammad SAW pernah bersabda bahwa orang yang beribadah di saat-saat banyak orang yang lalai, maka ia seperti berhijrah kepada Rasulullah.

3. Dosa yang juga dilipatgandakanSaat amalan baik dilipatgandakan, sebaliknya dosa juga bakal dilipatgandakan. Sesuai surat At-Taubah ayat 36, pada bulan yang dimuliakan Allah, umat Islam juga dilarang untuk menganiaya diri sendiri.

"Ancamannya juga luar biasa. Melakukan dosa di bulan haram itu dosanya menjadi berlipat. Jangan menzalimi diri, kezaliman di bulan haram lebih parah dosanya, maka hati-hati, maksiat, syirik, ria, gibah, korupsi dan sebagainya sangat berbahaya," ucap Ustad Wahyul.

Oleh karena itu umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak melakukan amal soleh sepanjang bulan Zulkaidah ini.

Berikut amalan pada bulan Zulkaidah.

1. Memperbanyak ibadah puasaUmat Islam dapat memperbanyak ibadah puasa di bulan Zulkaidah. Puasa yang dapat dilakukan adalah puasa sunah Senin Kamis, puasa Daud, dan puasa Ayyamul Bidh.

2. Memperbanyak salat sunahPerbanyak pula amalan salat sunah seperti salat malam, salatdhuha, salat taubat dan sebagainya.

3. Memperbanyak zikirMengingat Allah SWT dengan berzikir juga sangat dianjurkan di bulan Zulkaidah.

4. Berlaku baikPerbanyak amal saleh dengan berlaku baik kepada orang lain.

"Bersedekah, berlaku baik pada orang tua, keluarga, kasih sayang pada suami, istri, dan anak-anak itu akan berlipat ganda," ujar ustaz Wahyul.

5. Ibadah umrahUstaz Wahyul mengungkapkan, Rasulullah sering melakukan ibadah umrah pada bulan Zulkaidah. Namun, di tengah masa pandemi ini saat umrah tak bisa dilakukan, dapat diganti dengan niat dan juga melakukan ibadah lain seperti menuntut ilmu agama dan membaca serta mengamalkan Alquran.

(CNNIndonesia.com)

Berita Terkait

Muslim

Terekam CCTV, Pelaku Curanmor 10 TKP Diringkus Polsek Senapelan

Muslim

Enam Jemaah Haji Riau Masih Jalani Perawatan di Batam

Muslim

Hj. Katerina Susanti Sambut Kunjungan Ketua Dekranas RI di Stand Dekranasda Inhil

Muslim

Wawako Markarius Anwar Lantik 42 Pejabat di Lingkup Pemko Pekanbaru

Muslim

Tak Hadir Ujian CAT, Dua Calon Anggota KPID Riau Gugur

Muslim

Disketapang Pekanbaru Monitoring Ketersediaan Pangan