Kisah Nabi Zakaria Mati Syahid karena Halangi Pernikahan Terlarang

Harijal - Selasa, 05 Mei 2020 06:13 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2020/05/00beaf052020_untitled24.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Ilustrasi. Foto: Baztab

Pernikahan antara orangtua dengan anak dilarang oleh agama, sekalipun dengan anak tiri. Hal ini dianggap melanggar aturan agama.

Namun pada zaman Nabi Zakaria, ada seorang raja bernama Herodus tak menyetujui hal tersebut. Ia tetap ingin menikah dengan anak tirinya yang bernama Herodia. Kabar ini pun terdengar Nabi Zakaria dan ia berusaha untuk mengingatkan niat tercela itu.

Dalam buku Kisah-Kisah 25 Nabi dan Rasul karya Ali Nurfadhilah, Nabi Zakaria as menggunakan aturan yang terkandung di dalam kitab Taurat maupun Zabur untuk menegur Raja Herodus. Di kitab itu tertulis, mengawini anak tiri itu dilarang dan haram hukumnya.

Mendengar penjelasan itu, Raja Herodus murka. Hatinya sudah dibutakan olen nafsu setan dan ia tak menerima apa yang disampaikan Nabi Zakaria.

Tidak hanya sang Raja yang marah, Herodia pun kesal mendengarnya. Ya, anak tiri itu ternyata haus kekayaan dan kekuasaan dan ia tidak merasa bersalah ketika Raja Herodus yang merupakan ayah tirinya, menikahinya.

Seluruh orang istana gempar, mereka setuju dengan apa yang disampaikan Nabi Zakaria. Raja pun malu, ia mencari jalan untuk menyingkirkan Nabi Zakaria, salah satunya dengan membunuhnya.

Sang Raja memerintahkan prajurit untuk menangkap Nabi Zakaria. Namun rakyat melindungi Nabi Zakaria yang sudah berusia lanjut. Nabi bersembunyi di belakang Baitul Maqdis dan prajurit terus memburunya ke sana. Nabi dikepung tentara Herodus.

Pada saat seperti itu, Nabi Zakaria melihat pohon besar yang tengahnya membelah. Ia masuk ke dalamnya dan pohon tersebut mengatup kembali. Dengan begitu, tentara Raja tak bisa menemukannya.

Namun ada orang yang memberitahu persembunyian Nabi Zakaria. Orang tersebut ternyata jelmaan iblis. Prajurit pun mempercayai orang tersebut dan tanpa aba-aba pohon besar itu ditebang bagian tengahnya.

Sesaat kemudian darah merah mengalir deras dari pohon tersebut. Dengan demikian, para prajurit mengira telah membunuh Nabi Zakaria dan ia pun dinyatakan mati syahid.

(okezone.com)

Berita Terkait

Muslim

Kualitas Udara Pekanbaru Sangat Tidak Sehat, Angka Hotspot Riau Naik Lagi

Muslim

Kualitas Udara Pekanbaru Sangat Tidak Sehat, Angka Hotspot Riau Naik Lagi

Muslim

Pimpinan Lapas Narkotika Rumbai Ikuti Pengarahan Dirjenpas Secara Daring

Muslim

Hotspot Riau Bertambah Lagi, Langit Pekanbaru Kembali Diselimuti Asap

Muslim

T. Azwendi: Media Bukan Sekadar Mitra

Muslim

Kolaborasi SEF dengan Kulukis Art, Gelar Pelatihan Desain Kreatif