Bacaan 10 Surat Pendek Untuk Dibaca saat Salat Tarawih Tulisan Arab & Latin, Mudah Dihafalkan

Harijal - Sabtu, 25 April 2020 14:28 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2020/04/972eab042020_untitled12.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Ilustrasi Ramadan 1441 Hijriah

Berbeda dari tahun sebelumnya, Sholat Tarawih tahun ini dikerjakan di rumah karena pandemi Corona.

Hal ini dilakukan untuk meminimalisir dan menekan penyebaran Covid-19.

Meski dikerjakan di rumah, jangan lewatkan Sholat Tarawih bulan Ramadhan 1441 H karena banyak mengandung keutamaan.

Salat Tarawih merupakan salat sunnah yang dilaksanakan di bulan Ramadhan selepas salat Isya dan boleh dilaksanakan sendiri maupun berjamaah.

Bacaan dan gerakan Salat Tarawih sama dengan salat fardu, hanya saja berbeda pada niatnya.

Ada yang mengerjakan Salat Tarawih 23 rakaat yang terdiri dari 20 rakaat shalat tarawih dan 3 rakaat shalat witir.

Ada pula yang mengerjakan 11 rakaat yang terdiri dari 8 rakaat shalat tarawih dan 3 rakaat shalat witir.

Masing-masing rakaat Salat Tarawih mengharuskan umat Islam untuk membaca surat Al Quran.

Berikut ini 10 surat pendek yang kurang dari 10 ayat yang bisa dibaca saat mengerjakan Salat Tarawih sendiri dilansir dari Tribunnews dalam artikel Surat Pendek di Bawah 10 Ayat Mudah Dihafalkan untuk Salat Tarawih, dengan Bacaan Arab dan Latin.

1. An Nas (6 ayat)

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِBismillahirrahmanirrahim

قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙqul a'ụżu birabbin-nāsKatakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhannya manusia,

مَلِكِ النَّاسِۙmalikin-nāsRaja manusia,

اِلٰهِ النَّاسِۙilāhin-nāssembahan manusia,

مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖmin syarril-waswāsil-khannāsdari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi,

الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙallażī yuwaswisu fī ṣudụrin-nāsyang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,

مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِminal-jinnati wan-nāsdari (golongan) jin dan manusia.”

2. Al Ma'un (7 ayat)

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِBismillahirrahmanirrahim

اَرَءَيْتَ الَّذِيْ يُكَذِّبُ بِالدِّيْنِۗa ra`aitallażī yukażżibu bid-dīnTahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?

فَذٰلِكَ الَّذِيْ يَدُعُّ الْيَتِيْمَۙfa żālikallażī yadu''ul-yatīmMaka itulah orang yang menghardik anak yatim,

وَلَا يَحُضُّ عَلٰى طَعَامِ الْمِسْكِيْنِۗwa lā yaḥuḍḍu 'alā ṭa'āmil-miskīndan tidak mendorong memberi makan orang miskin.

فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّيْنَۙfa wailul lil-muṣallīnMaka celakalah orang yang salat,

الَّذِيْنَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُوْنَۙallażīna hum 'an ṣalātihim sāhụn(yaitu) orang-orang yang lalai terhadap salatnya,

الَّذِيْنَ هُمْ يُرَاۤءُوْنَۙallażīna hum yurā`ụnyang berbuat ria,

وَيَمْنَعُوْنَ الْمَاعُوْنَwa yamna'ụnal-mā'ụndan enggan (memberikan) bantuan.

3. Al Kautsar (3 ayat)

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِBismillahirrahmanirrahim

اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَۗinnā a'ṭainākal-kauṡarSungguh, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak.

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗfa ṣalli lirabbika wan-ḥarMaka laksanakanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah).

اِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْاَبْتَرُinna syāni`aka huwal-abtarSungguh, orang-orang yang membencimu dialah yang terputus (dari rahmat Allah).

4. Al Kafirun (6 ayat)

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِBismillahirrahmanirrahim

قُلْ يٰٓاَيُّهَا الْكٰفِرُوْنَۙqul yā ayyuhal-kāfirụnKatakanlah (Muhammad), “Wahai orang-orang kafir!

لَآ اَعْبُدُ مَا تَعْبُدُوْنَۙlā a'budu mā ta'budụnaku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah,

وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۚwa lā antum 'ābidụna mā a'buddan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah,

وَلَآ اَنَا۠ عَابِدٌ مَّا عَبَدْتُّمْۙwa lā ana 'ābidum mā 'abattumdan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,

وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۗwa lā antum 'ābidụna mā a'buddan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah.

لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِlakum dīnukum wa liya dīnUntukmu agamamu, dan untukku agamaku.”

5. An Nasr (3 ayat)

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِBismillahirrahmanirrahim

اِذَا جَاۤءَ نَصْرُ اللّٰهِ وَالْفَتْحُۙiżā jā`a naṣrullāhi wal-fat-ḥApabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan,

وَرَاَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُوْنَ فِيْ دِيْنِ اللّٰهِ اَفْوَاجًاۙwa ra`aitan-nāsa yadkhulụna fī dīnillāhi afwājādan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah,

فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُۗ اِنَّهٗ كَانَ تَوَّابًاfa sabbiḥ biḥamdi rabbika wastagfir-h, innahụ kāna tawwābāmaka bertasbihlah dalam dengan Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Sungguh, Dia Maha Penerima tobat.

6. Al Lahab (5 ayat)

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِBismillahirrahmanirrahim

تَبَّتْ يَدَآ اَبِيْ لَهَبٍ وَّتَبَّۗtabbat yadā abī lahabiw wa tabbBinasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia!

مَآ اَغْنٰى عَنْهُ مَالُهٗ وَمَا كَسَبَۗmā agnā 'an-hu māluhụ wa mā kasabTidaklah berguna baginya hartanya dan apa yang dia usahakan.

سَيَصْلٰى نَارًا ذَاتَ لَهَبٍۙsayaṣlā nāran żāta lahabKelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak (neraka).

وَّامْرَاَتُهٗ ۗحَمَّالَةَ الْحَطَبِۚwamra`atuh, ḥammālatal-ḥaṭabDan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar (penyebar fitnah).

فِيْ جِيْدِهَا حَبْلٌ مِّنْ مَّسَدٍfī jīdihā ḥablum mim masadDi lehernya ada tali dari sabut yang dipintal.

7. Al Ikhlas (4 ayat)

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِBismillahirrahmanirrahim

قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚqul huwallāhu aḥadKatakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.

اَللّٰهُ الصَّمَدُۚallāhuṣ-ṣamadAllah tempat meminta segala sesuatu.

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙlam yalid wa lam yụlad(Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.

وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌwa lam yakul lahụ kufuwan aḥadDan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.”

8. Al Falaq (5 ayat)

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِBismillahirrahmanirrahim

قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙqul a'ụżu birabbil-falaqKatakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar),

مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙmin syarri mā khalaqdari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan,

وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙwa min syarri gāsiqin iżā waqabdan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,

وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙwa min syarrin-naffāṡāti fil-'uqaddan dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya),

وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَwa min syarri ḥāsidin iżā ḥasaddan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.”

9. Quraisy (4 ayat)

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِBismillahirrahmanirrahim

لِاِيْلٰفِ قُرَيْشٍۙli`īlāfi quraīsyKarena kebiasaan orang-orang Quraisy,

اٖلٰفِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَاۤءِ وَالصَّيْفِۚīlāfihim riḥlatasy-syitā`i waṣ-ṣaīf(yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas.

فَلْيَعْبُدُوْا رَبَّ هٰذَا الْبَيْتِۙfalya'budụ rabba hāżal-baītMaka hendaklah mereka menyembah Tuhan (pemilik) rumah ini (Ka‘bah),

الَّذِيْٓ اَطْعَمَهُمْ مِّنْ جُوْعٍ ەۙ وَّاٰمَنَهُمْ مِّنْ خَوْفٍallażī aṭ'amahum min jụ'iw wa āmanahum min khaụfyang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari rasa ketakutan.

10. Al Fil (5 ayat)

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِBismillahirrahmanirrahim

اَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِاَصْحٰبِ الْفِيْلِۗa lam tara kaifa fa'ala rabbuka bi`aṣ-ḥābil-fīlTidakkah engkau (Muhammad) perhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap pasukan bergajah?

اَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِيْ تَضْلِيْلٍۙa lam yaj'al kaidahum fī taḍlīlBukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka itu sia-sia?

وَّاَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا اَبَابِيْلَۙwa arsala 'alaihim ṭairan abābīldan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong,

تَرْمِيْهِمْ بِحِجَارَةٍ مِّنْ سِجِّيْلٍۙtarmīhim biḥijāratim min sijjīlyang melempari mereka dengan batu dari tanah liat yang dibakar,

فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَّأْكُوْلٍfa ja'alahum ka'aṣfim ma`kụlsehingga mereka dijadikan-Nya seperti daun-daun yang dimakan (ulat).

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Surat Pendek di Bawah 10 Ayat Mudah Dihafalkan untuk Salat Tarawih, dengan Bacaan Arab dan Latin.

Berita Terkait

Muslim

Panglima TNI Resmikan Markas Baru Koopssus

Muslim

Sikat Habis Narkoba, Polsek Kepenuhan Iptu Jonnes Bekuk 3 Pengedar Narkoba, Sabu 6,14 Gram Disita

Muslim

Bangun Generasi Tanggap Bencana, Damkar Pekanbaru Edukasi Siswa SMKF IKASARI

Muslim

Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis Gelar Turnamen Sepak Bola, Peringati HGN 2026

Muslim

Mengenal Figur Noki Loviko, Polisi di Garis Terdepan Operasi Sarang Narkoba di Pekanbaru

Muslim

Pemkab Siak Gelar Yasinan dan Doa untuk Almarhum Arwin AS