Kebakaran Hutan Australia Picu Badai Api

Harijal - Sabtu, 04 Januari 2020 08:03 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2020/01/6b721b012020_untitled2.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(Saeed KHAN / AFP)
Ilustrasi kebakaran hutan di Australia.

Badai api dilaporkan terjadi di lokasi kebakaran hutan di Australia. Kondisi ini semakin membahayakan penduduk dan satwa setempat, serta bisa memicu lahan yang terbakar meluas.

Seperti dilansir CNN, Jumat (3/1), badai api tersebut terjadi di kawasan selatan Australia, terutama negara bagian New South Wales, yang mengalami kebakaran hutan paling besar saat ini. Menurut Komisioner Pemadam Kebakaran Pedesaan New South Wales, Shan Fitzsimmons, salah satu anggotanya meninggal akibat truk pemadam yang ditumpanginya terbalik akibat diterpa badai api.

"Anggota kami yang mencoba memberikan pertolongan di lokasi menggambarkan situasi saat itu mengerikan. Mereka mengatakan terjadi badai api," kata Fitzsimmons.

Badai Api terjadi akibat kobaran api membuat cuaca panas dan naik ke udara. Hal itu lantas membentuk pusaran angin dan menghisap api yang sedang membara.

Badai itu bisa membentuk awan yang disebut pyrocumulonimbus setinggi 16 kilometer.

Awan tersebut lantas bisa membuat kondisi cuaca di sebuah lokasi berubah drastis dan sulit diperkirakan. Bahkan, dari awan tersebut bisa muncul kilat (dry lightning) meski tidak terjadi hujan.

Kebakaran Hutan Australia Picu Badai Api(CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi)

"Hal ini sama saja ketika kita berada di dalam kawasan yang diterpa badai kilat. Akibat badai api, kecepatan dan arah angin semakin sulit diperkirakan," kata Juru Bicara Badan Meteorologi Australia, Neil Bennett.

Pemerintah Negara Bagian New South Wales (NSW) dan Victoria, Australia, mengungsikan ribuan wisatawan dan penduduk setempat akibat kebakaran hutan.

Karhutla Australia yang terjadi sejak September 2019 sudah menewaskan 18 orang, dan menghanguskan lebih dari 1,000 bangunan. Selain itu, diperkirakan sebesar 5,5 juta hektare lahan seluas Belanda atau Denmark ludes dilahap si jago merah.

Kebakaran hutan memang lazim terjadi di Australia ketika memasuki musim panas. Namun, dampak yang terjadi pada tahun ini dianggap sangat luas dan semakin membahayakan kehidupan manusia dan satwa khas seperti koala dan kanguru.

Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, kini menjadi sorotan karena pemerintahannya dianggap tidak sanggup mencegah kebakaran hutan yang dianggap dampak perubahan iklim. Kebijakannya mempertahankan industri tambang batu bara juga dikecam kelompok oposisi dan pemerhati lingkungan. 

(cnnindonesia.com)

Berita Terkait

Lingkungan

Diskusi Para Pakar: Integrasi Sains, Politik, dan Etika dalam Pembangunan Kawasan dan Tata Kelola Batas-Batas Ekologis di Indonesia

Lingkungan

Polres Bengkalis Petakan Zona Merah Narkoba, Kecamatan Mandau dan Pinggir Paling Rawan

Lingkungan

Bus Hantam Ekor Truk di Tol Permai, 2 Tewas,Belasan Terluka

Lingkungan

Personel PJR Polda Riau Evakuasi Korban Laka di Tol Permai

Lingkungan

Bupati Inhil Sampaikan Tanggapan atas Pandangan Fraksi Terkait Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025

Lingkungan

PSPS Pekanbaru Lakukan Perombakan Besar Jelang Musim 2026-2027