BMKG: Puncak Musim Hujan Berlangsung hingga Maret

Harijal - Rabu, 07 Februari 2018 22:10 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2018/02/49ce5d022018_0000untitled7.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171

JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan potensi hujan dengan intensitas tinggi masih akan berlangsung hingga Maret 2018.

"Sejumlah wilayah di Indonesia mengalami puncak musim hujan sampai Maret," ungkap Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam video konferensi yang dilaksanakan di kantor BMKG di Jakarta, Selasa (6/2/2018).

Kepala BMKG yang saat itu berada di Medan melakukan konferensi pers melalui video konferensi bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di gedung BNPB dan Sekretaris Utama BMKG di kantor BMKG di Jakarta yang dihadiri perwakilan Kementerian PU dan Perumahan Rakyat.

Dwikorita menjelaskan, wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) memasuki puncak musim hujan begitu juga dengan sejumlah daerah lainnya yang berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang-lebat hingga sepekan ke depan.

Serta Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Papua dan Papua Barat.

Menurut dia, kondisi tersebut terlihat dari dominasi angin baratan yang cukup kuat sejak Januari 2018. Selain potensi hujan lebat, angin kencang lebih dari 20 knot juga berpotensi terjadi di beberapa wilayah di Indonesia meliputi Laut China Selatan, Laut Natuna, Riau, Kepulauan Riau, Laut Jawa, Laut Banda, Samudera Hindia Selatan Jawa Tengah, NTB dan Laut Arafuru.

Potensi angin kencang tersebut berdampak pada peningkatan gelombang laut dengan tinggi gelombang mencapai 2,5-6 meter di Perairan Utara Kepulauan Anambas, Natuna, Perairan Utara Singkawang, Laut China Selatan dan Laut Natuna Utara.

Untuk itu BMKG mengimbau untuk mewaspadai potensi terjadinya genangan, banjir dan tanah longsor. "Waspada hujan disertai angin yang dapat menyebabkan pohon tumbang serta tidak berlindung di bawah pohon ketika terjadi hujan disertai petir," imbau Dwikorita.

Ia juga mengingatkan bagi warga yang tinggal di wilayah pesisir, untuk mewaspadai kenaikan tinggi gelombang yang disertai angin kencang.

(okezone.com)

Berita Terkait

Lingkungan

Pemprov Riau Minta BPH Migas Tambah Kuota

Lingkungan

Waduh! Hotspot Sumatera Kembali Tembus Angka 3.500-an

Lingkungan

UPT SMP Negeri 1 Bangkinang Kota Sabet Gelar Juara di Ajang FLS3N 2026 Tingkat Kabupaten Kampar

Lingkungan

25 Siswa UPT SMP Negeri 1 Bangkinang Kota Ikuti SCE 2026 Se-Sumatera

Lingkungan

Mega Bakti Kesehatan Nasional, PP PERHATI-BKL Gelar Kegiatan di UPT SDN 024 Tarai Bangun

Lingkungan

Sempat Nihil, Hotspot Sumatera Sore Ini Melonjak ke Angka Ribuan