Mahasiswa Seluruh Indonesia Asal Riau Kecewa Terhadap Polda Riau

Harijal - Minggu, 04 September 2016 20:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2016/09/00eead092016_riaueditor_bemuniversitasriaubersamapublikmelawankarhutlasorotikongkowkongkowdidugapolisidenganpembakarlahan.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Foto kongkow-kongkow yang beredar di media sosial.

YOGYAKARTA, kabarmelayu.com - Munculnya sebuah foto yang memperlihatkan sejumlah petinggi polisi di Polda Riau sedang kongkow-kongkow dengan Bos perusahaan yang diduga “bermasalah” karena melakukan pembakaran terhadap lahan-lahan yang ada di Riau. Peristiwa ini menimbulkan luka mendalam terhadap masyarakat Riau dan masyarakat Indonesia.

Penegak Hukum, khususnya Polisi seharusnya mengayomi dan memberikan contoh pada masyarakat, bagaimana mereka harus bertingkah atau bersikap di dalam menghadapi masalah dalam masyarakat terutama yang menyangkut kebutuhan, menjaga keutuhan masyarakat bukan memecah belah keutuhan masyarakat dan memberikan pegangan kepada masrakat untuk sistem Social Control.

Foto pertemuan antara Oknum Polda Riau dan Bos PT Andika Pratama Sawit Lestari (APSL) merupakan tindakan yang sangat memalukan karena dinilai tidak pantas dan merupakan pelanggaran etik yang belakangan ini kasus kebakaran hutan dan lahan marak terjadi di Riau. Polda Riau seharusnya fokus mendalami kasus pembakaran hutan dan lahan di Riau yang telah meresahkan masyarakat Riau selama 19 tahun ini.

Dengan adanya foto tersebut memunculkan dugaan bahwa ada permainan dari KONGKOW-KONGKOW tersebut antara aparat penegak hukum dengan pihak perusahaan. Termasuk dibalik penerbitan Surat Perintah Penghentian Penyidikan/Penyelidikan (SP3) terhadap 15 Perusahaan yang diduga melakukan pembakaran hutan dan lahan di Riau tahun 2015 lalu.

Untuk itu kami bergerak senada dengan BEM Universitas Riau atas dasar kekecewaan dan duka Rakyat Riau menuntut 3 hal dengan tegas yakni, menuntut Presiden Jokowi segera membentuk tim Independen untuk menyelidiki penerbitan SP 3 terhadap 15 Perusahaan Pembakar Hutan dan Lahan di Riau yang kami nilai sangat tidak layak.

Kemudian, menuntut Kapolri Copot Aparat Polda yang terlihat di foto yang sedang "kongkow-kongkow" bersama Bos PT APSL.

"Dan selanjutnya, menuntut Kapolri copot Kapolda Riau selaku orang yang bertanggung jawab dalam hal ini kami nilai sangat tidak tidak optimal dalam menjalankan tugasnya," kata Ketua Mahasiswa Seluruh Indonesia asal Riau, Ahmad Zaki Alfatah di Yogyakarta, 4 September 2016.

"Saya merasa sangat sedih, bagaimana nasib anak cucu kita kedepan dan bagaimana dahsyatnya tingkat kepunahan sepecies dari hewan-hewan dan tumbuhan langka saat ini. Kepada Bapak Presiden Jokowi tolong selamatkan kami, tolong selamatkan Riau," tukas Ahmad. (dzs/rec)

Berita Terkait

Lingkungan

Dukung Swasembada Pangan, Personil KSKP Polres Inhil Beri Penyuluhan ke Peternak

Lingkungan

Sepakat! Kecamatan Pulau Burung Tuntaskan Tapal Batas Desa, Jadi Percontohan di Inhil

Lingkungan

Wako Agung Nugroho Launching Logo HUT Pekanbaru Ke-242, Ini Maknanya

Lingkungan

Terbitkan SP3 Dugaan Pemerasan dan Penggelapan, Kapolri hingga Jajaran Polda Lampung Dipraperadilankan di PN Jaksel

Lingkungan

Jeritan Transmigran Air Balui, Menuntut Keadilan di Tengah Sengkarut Agraria

Lingkungan

Pelaku Teror Pocong di Kulim Diamankan Polisi Tak Benar, Ternyata ODGJ