PELALAWAN, kabarmelayu.com - Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanlut) Wahidudin menyampaikan bahwa akibat kondisi sampel ikan mati yang diserahkan Diskanlut Pelalawan pada Jumat (18/8/2016) sore ke Laboratorium di Pekanbaru sudah membusuk hingga sampel tidak bisa terdiagnosa.
"Ya, kita sudah terima Rekom dari Lab di Pekanbaru pada Senin (21/8/2016) dan disampaikan bahwa sampel ikan tidak bisa dilakukan pemeriksaan atau didiagnosa dikarenakan kondisi ikan yang sudah membusuk," ungkapnya.
Namun, ungkap Wahidudin pihaknya akan tetap menerima laporan dari masyarakat dan akan segera mengambil sampel ikan jika ditemukan. "Kalau dari laporan anggota yang ikut mendampingi perwakilan Kementerian LHK pada Jumat kemaren sampel kementerian tidak digabungkan dengan sampel ikan Diskanlut atau sampel air dari BLH. Mereka sendiri kita sendiri sampelnya," paparnya.
Dikatakan Wahidudin, memang saat ini pengujian air kanal yang diduga masyarakat Desa Sering tercemar akibat limbah beracun PT RAPP akan bertumpu pada sampel air dari BLH."Tolong dicatat saat ini, tapi kita terus pantau dan terima laporan masyarakat kalau ada ditemukan kembali ikan yang mati akan segera kita ambil sampelnya," ucapnya.
Sementara itu, Kabid Pengawasan BLH Pelalawan Akhtar kepada riaueditor.com menyampaikan pihaknya tidak menambah sampel lagi dan akan menunggu uji 2 sampel air kanal yang saat ini masih di Laboratorium Kesehatan dan Lingkungan di Pekanbaru.
"Kita tunggu saja hasil dari Laboratorim. Paling cepat minggu depan sudah keluar hasilnya," papar Akhtar. (zul/rec)