PELALAWAN, kabarmelayu.com - Sejumlah anggota DPRD Pelalawan dari Komisi I dan III, Kamis (18/8/2016) melakukan crosscek di kanal dekat water impact yang diduga sumber penyebab masyarakat Desa Sering tercemar limbah beracun PT RAPP yang bocor. Meskipun sejumlah anggota DPRD yang ikut ke lokasi melihat langsung ikan yang mati namun tidak menyimpulkan apapun dan meminta kepada Instansi yang berwenang yakni BLH untuk melakukan pengujian sampel ke laboratorium.
Ketua Komisi III DPRD Pelalawan Imustiar menyebutkan bahwa kehadiran anggota DPRD adalah permintaan masyarakat untuk memediasi ke perusahaan.
"Masyarakat awalnya minta pertemuan di lapangan bolakaki antara perusahaan dan masyarakat bersama DPRD. Namun karena lokasi yang tidak representatif makanya tidak dilakukan. Kita lanjutkan dengan crosscek ke kanal yang memang ada ikan mati. Kita tawarkan pertemuan di DPRD namun masyarakat tidak mau dan meminta segera keputusan dari tuntutan mereka. Selain soal pencemaran limbah juga terkait tuntutan-tuntutan masyarakat lainnya terhadap perusahaan," papar Imustiar kepada riaueditor.com, Kamis (18/8/2016).
Ditambahkan Imustiar, sebagai anggota DPRD kita sampaikan kepada perusahaan soal tuntutan-tuntan masyarakat. "Intinya untuk program peningkatan ekonomi masyarakat, perusahaan tidak ada masalah karena perusahan menganggap Desa Sering adalah desa yang berbatasan langsung dengan perusahaan meskipun ada tuntutan-tuntutan yang tak bisa dipenuhi perusahaan," ungkapnya.
Tapi begini saja, sambung Imustiar yang meminta agar persoalan difokuskan untuk pihak Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pelalawan agar melakukan pengujian sampel air kanal yang diduga masyarakat adalah limbah.
"Tentu kita tidak ada wewenang menyatakan ikan mati dan laporan masyarakat mengalami gatal-gatal akibat limbah dari perusahaan. Kita minta BLH Pelalawan untuk bekerja dan segera melakukan pengujian sampel air dan ikan yang mati," tukasnya. (zul/rec)