UJUNGBATU, kabarmelayu.com - Tingginya curah hujan yang terjadi beberapa pekan terakhir ini membuat debit air Sungai Rokan di Desa Sukadamai Kecamatan Ujung Batu Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) meluap. Hal itu berdampak langsung kepada nelayan yang sehari-hari bekerja sebagai penambang pasir dan mencari ikan.
Salah seorang warga Desa Sukadamai, Ilman mengatakan aktifitas warga yang sehari-harinya menambang pasir di Sungai Rokan tersebut terhenti karena debit air sungai mencapai 5 meter.
"Debit air Sungai Rokan ini cukup tinggi mencapai 5 meter, kalau dipaksakan untuk ngambil pasir percuma saja, selain airnya keruh, kami juga tak akan tahan menyelam sampai ke dasar sungai," ungkap Ilman, Jumat (3/3).
Ilman menambahkan, menunggu air sungai surut, dirinya bersama rekannya sesama penambang pasir sementara waktu mencari pekerjaan sampingan.
"Sebelum air sungai surut, sebagian dari kami terpaksa cari kerjaan lain. Kalau ditunggu air sungai surut sampai kapan, anak istri perlu makan juga," keluhnya.
Senada dengan Ilman, warga lainnya Amri yang sehari-hari mencari ikan di sungai tersebut mengungkapkan bahwa selama sepekan terakhir ini ikan tangkapannya berkurang setengahnya.
"Biasanya kami mencari ikan mulai malam sampai pagi hari. Sejak debit air sungai meluap, terpaksa kami membatasi waktu, karena peningkatan debit air tak bisa diprediksi," jelasnya.
Sementara itu, pantauan di Pasar Baru Ujung Batu, berkurangnya tangkapan nelayan tidak berpengaruh terhadap harga ikan di pasaran.
Seperti yang disampaikan Akria Melati yang tengah belanja ikan di pasar Ujungbatu menjelaskan, harga ikan sungai lokal jenis Ikan Tapah yakni Rp120 ribu per kg, sementara harga Ikan Baung bervariasi untuk ukuran besar Rp70 ribu dan ukuran kecil Rp40 ribu per kg.
"Kalau di pasar ini harga ikan sungai masih seperti biasanya, belum ada kenaikan," ujarnya. (ys/rec)