Ingat Tiga Hal Ini, Antisipasi Penyebab Kebakaran Rumah Warga

Harijal - Jumat, 17 Februari 2017 10:27 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2017/02/101211022017_ingat_tiga_hal.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Kepala BPBD Kabupaten Rokan Hilir, H Azhar Achmad Ali SE,M.Si

BAGANSIAPIAPI, kabarmelayu.com - Kebakaran pemukiman atau rumah tinggal kerap kali disebabkan oleh tiga faktor yang sering terlupakan. Demikian dikatakan Kepala Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rokan Hilir, H Azhar Achmad Ali SE,M.Si, Kamis (16/2) di ruang kerjanya.

"Ada tiga hal yang menjadi penyebab kebakaran permukiman diantaranya Listrik, Kompor Gas serta Bahan Bakar Minyak," kata Azhar.

Ia menjelaskan, bahwa listrik salah satu penyebab terjadinya kebakaran, bahkan dari hal-hal kecil yang sering kali dilupakan oleh masyarakat.

"Misalkan kita mencolok Kipas Angin, tapi tidak tercolok dengan baik, hanya separuh saja, nah dengan kondisi tegangan naik turun tentunya ini membahayakan," jelas Azhar.

Untuk Kompor Gas, memang perlu benar-benar diperiksa, apalagi bagi masyarakat yang menggunakan Tabung Gas 3 Kilogram. "Cek selangnya, kemudian setelah dipakai pastikan api sudah benar-benar padam," katanya.

Untuk penyebab terakhir, bahwa banyak masyarakat yang menjual maupun menyimpan stok bensin di rumah dinilai membahayakan. Untuk itulah diminta agar diletakkan di tempat yang benar-benar aman. "Boleh saja meletakkan di rumah tapi pastikan aman dan tidak mudah tersulut api ataupun berdekatkan dengan listrik," ujarnya.

Dari ketiga faktor tersebut, ia juga menegaskan bahwa saat ini unit Pemadam Kebakaran (Damkar) dari awalnya di Badan Kesbangpolinmas sudah berpindah ke BPBD Rokan Hilir. Apabila terjadi kebakaran diminta untuk segera menghubungi petugas.

"Bisa cepat menghubungi jika terjadi kebakaran di nomor 0813-78103729, kita pasti akan langsung turun ke lokasi. Tapi kita minta jangan seperti yang sudah-sudah nomor ditelpon dengan memberikan informasi yang salah," tegasnya.

Saat ini BPBD di Unit Damkar memiliki 4 unit Mobil Pemadam Kebakaran diantaranya dua unit di Bagansiapiapi dan dua unit di Baganbatu. Pihaknya memiliki kekuatan pemadam di Bagansiapiapi 26 opersonil dan Baganbatu 11 personil.

"Kita selalu siaga di Pos Damkar, dan setiap ada info kita akan cepat turun memadamkan api," katanya.

Ia berharap peran serta masyarakat, baik memberikan informasi yang akurat maupun nantinya saat kejadian agar jangan meletakkan kendarana berdekatan dengan lokasi kebakaran. "Selama ini kan banyak yang menjadi penonton sehingga kerja petugas jadi terhambat," jelasnya.

Seperti di ketahui belum lama ini terjadi kebakaran satu unit rumah bengkel peralatan kapal di jalan Pelabuhan Baru ujung, kelurahan Bagan Barat, Bagansiapiapi yang menghanguskan rumah serta isi di dalamnya. Selain itu ada kebakaran satu unit rumah di kepenghuluan Sei Segajah, Kubu selain menghanguskan sebagian rumah dalam kasus itu dua bocah putri tewas. Terbaru kebakaran menimpa tiga unit rumah di jalan Kecamatan kelurahan Bagan Punak, Bangko. Tidak ada korban jiwa namun kerugian ditaksir miliaran rupiah.

"Kita banyak belajar dari deretan musibah tersebut, makanya tindakan preventif sangat penting disamping tindakan pemadaman yang dilakukan saat kejadian," pungkasnya. (rec)

 

Berita Terkait

Lingkungan

Ini Kata Kadinkes Inhil Soal Pelaksanaan MBG dan Kepatuhan SPPG

Lingkungan

Lawan Narkoba, Polresta Pekanbaru Kembali Gempur Pangeran Hidayat, Pria Terciduk Bawa Sabu

Lingkungan

Hitungan Jam, TRC BPBD Inhil Taklukkan Dua Titik Karhutla

Lingkungan

Pemprov Bakal Tanam 1.000 Pohon di Stadion Utama Pada Hari Jadi Riau ke-69

Lingkungan

Dugaan Korupsi Dana Program Digitalisasi Desa, Masyarakat Siap Buat Laporan Aduan

Lingkungan

Kolaborasi Film Nasional Menguat, Komisi VII DPR Dorong Eksplorasi Budaya Daerah