kabarmelayu.com,PEKANBARU - Jumlah titik panas (hotspot) di wilayah Pulau Sumatera kembali meningkat dalam satu hari terakhir. Angka yang satu hari kemarin sempat di angka setibuan, pagi ini, Kamis (22/10/2026) melonjak ke angka 3.983 titik.
Monitoring Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Riau pagi ini, ribuan hotspot itu terbanyak di Provinsi Sumatera Selatan sejumlah 2.120 titik menyusul Jambi 84.
Seterusnya provinsi Lampung 433 titik, Bangka Belitung 172, Bengkulu 9, Sumatera Barat 2 dan Riau 1 titik tepatnya di Kecamatan Hulu Kuantan Kabupaten Kuantan Singingi.
Sementara untuk pantauan kualitas udara di Pekanbaru, hingga pukul 07.00 WIB pagi ini, konsentrasi Particullat Matter (PM 2,5) berada di angka 100,9 atau level tidak sehat.
BMKG menjelaskan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di selatan Sumatera, sangat berkontribusi pada kondisi kabut asap yang terjadi di Riau saat ini. Angin yang dominan bertiup dari arah tenggara, membawa partikel-partikel asap dari wilayah selatan Sumatera.
Adanya tekanan tinggi di wilayah selatan khatulistiwa, membuat angin bertiup ke arah utara menuju Riau. Kondisi ini diperkirakan akan berlangsung hingga pertengahan November mendatang.
Para siswa di Pekanbaru sejak Senin kemarin juga telah kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka di sekolah, setelah hampir sepekan melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akibat kabut asap.