kabarmelayu.com,PEKANBARU - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat 2 424 titik panas (hotspot) pagi ini, Senin (19/10/2026). Angka ini melonjak dari sore sebelumnya yang hanya yang masih di angka 800-an.
Provinsi Sumatera Selatan masih penyumbang terbanyak di Sumatera, yakni mencapai 1.560 hotspot. Menyusul Jambi 345, Bangka Belitung 292, Lampung 198, Bengkulu 25, Riau 2, Aceh dan Sumatera Barat masing-masing 1 titik.
Forecaster BMKG Riau, Alfa Nataris melaporkan, untuk Riau hotspot berada di Kabupaten Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir.
Pantauan kualitas udara, di Pekanbaru sekitarnya hingga pukul 07.00 WIB tadi berada di level tidak sehat. Konsentrasi Particulat Matter (PM 2,5) tercatat di angka 76,2 ųg/m³.
Pagi ini para siswa di Pekanbaru juga kembali ke sekolah melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM), setelah sebelumnya, hampir sepekan dilaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat kabut asap tebal hingga mencapai level berbahaya.
BMKG menjelaskan, parahnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di selatan Sumatera, sangat berkontribusi pada kondisi kabut asap yang terjadi di Riau saat ini. Angin yang dominan bertiup dari arah tenggara, membawa partikel-partikel asap dari wilayah selatan Sumatera.
Adanya tekanan tinggi di wilayah selatan khatulistiwa, membuat angin bertiup ke arah utara menuju Riau. Kondisi ini diperkirakan akan berlangsung hingga pertengahan November mendatang.