kabarmelayu.com,PEKANBARU - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Riau mencatat sebanyak 2.440 hotspot (titik panas) di pulau Sumatera, Senin (12/10/2026). Sebanyak tiga titik di antaranya di provinsi Riau.
Update monitoring hotspot pukul 16.00 WIB hari ini, provinsi dengan hotspot terbanyak yakni Sumatera Selatan 1.741 titik. Menyusul Lampung 267, Bangka Belitung 234, Jambi 194 dan 1 di Bengkulu.
Forecaster BMKG Riau, Yudhistira melaporkan, jarak pandang (visibility) di Pekanbaru 6 kilometer, Rengat (Inhu) 1,3 kilometer (asap), Pelalawan 5 kilometer (asap) dan Tambang (Kampar) 7 kilometer.
Ribuan titik panas di Sumatera ini masih menjadi ancaman kabut asap bagi Riau. Pasalnya, angin masih dominan bertiup dari tenggara-barat ke utara-timur laut, hingga masih berpotensi membawa partikel asap ke Riau.
Catatan BPBD Sumatera Selatan (Sumsel), sejak Januari hingga 10 Oktober 2026, tercatat 4.904 kasus karhutla di provinsi tersebut
Sementara, sebagian besar wilayah Riau sendiri saat ini telah basah diguyur hujan. BPBD Riau juga menyatakan Riau zero karhutla
Adapun kabut asap yang menyelemuti saat ini berasal dari wilayah selatan Sumatera yang masih dilanda karhutla.
Untuk kualitas udara, di Pekanbaru saat ini berada di level biru atau sedang dengan konsentrasi Particulat Matter (PM 2,5) 34,5 pada pukul 16.00 tadi.
Sebelumnya, sejak pukul 00.00 hingga pukul 13.00, kualitas udara di wilayah Pekanbaru sekitarnya terpantau pada level tidak sehat. Bahkan siang tadi konsentrasi PM 2,5 berada di angka 143,9.