kabarmelayu.com,PEKANBARU - Sejak pukul 00.00 WIB, Sabtu (10/10/2026) kemarin, kualitas udara di Kota Pekanbaru terpantau dalam kondisi sedang hingga tidak sehat. Konsentrasi Particulat Matter (PM 2,5) tercatat fluktuatif, antara 34,1 hingga 76,3 ųg/m³.
Atmosfer ini lebih baik dari hari sebelumnya yang sempat berada di level sangat tidak sehat sampai berbahaya hingga di angka 280 ųg/m³.
Forecaster Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Riau, Yudhistira, menyampaikan bahwa hujan yang mendominasi wilayah Riau khususnya Kota Pekanbaru sejak pagi, berperan besar mengurangi partikel-partikel kabut asap di udara.
Pagi hari ini, pukul 06.00 WIB kualitas udara di Pekanbaru terpantau sudah di level biru, atau sedang. Namun pukul 07.00 WIB kembali di grafik tidak sehat, dengan konsentrasi PM 2,5 di angka 58,7. Pukul 08 00, grafik konsentrasi PM 2,5 kembali membaik di angka 38 ųg/m³.
Monitoring hotspot (titik panas) oleh BMKG Riau, Ahad (11/10/2026) update pukul 07.00 pagi ini, di Riau hanya terpantau 3 hotspot. Dua di Dumai dan satu Pelalawan.
Namun untuk di wilayah Sumatera, 2.531 hotspot yang terpantau dari Stasiun Meteorologi (Stamet) Sultan Syarif Kasim II, akan kembali berpotensi menjadi ancaman kabut asap bagi Riau. Pasalnya, angin masih dominan bertiup dari tenggara-barat ke utara-timur laut, hingga masih berporensi membawa partikel asap ke Riau.
Kabar baiknya, untuk sebagian besar wilayah Riau hari ini masih berpotensi hujan menjelang sore, malam hingga dinihari.
"Mudah-mudahan hujan yang turun di Riau nanti dapat menekan dan mengurangi asap yang terbawa angin dari wilayah Sumatera bagian selatan," ujar forecaster Yudhistira.