kabarmelayu.com,PEKANBARU - Pelan-pelan jumlah hotspot di wilayah Provinsi Riau merangkak naik. Dari beberapa hari sebelumnya yang sudah berada di angka minimal, 2 titik panas, pagi ini, Kamis (8/10/2026) menjadi 19 titik.
Forecaster BMKG Riau dari Stasiun Meteorologi (Stamet) Sultan Syarif Kasim (SSK) II melaporkan, Hotspot di Riau tersebar di Kabupaten Kuantan Singingi 15 titik, Siak, Rohil, Inhu dan Dumai masing-masing 1 titik. Seluruh hotspot di level confidence (tingkat kepercayaan) sedang.
Sedangkan untuk wilayah pulau Sumatera, BMKG Riau mencatat sebanyak 4 845 hotspot yang disebut menjadi penyebab kabut asap yang kini menyelimuti Riau.
Tingginya jumlah hotspot di Selatan Sumatera, memberi pengaruh besar terhadap kualitas udara di Riau, khususnya Pekanbaru. Saat ini arah angin masih dominan dari tenggara yang menyebabkan terbawanya partikel asap dari Sumatera bagian selatan menuju Riau.
Kualitas udara di Pekanbaru, sejak sepekan terakhir tercatat lebih buruk dari sebelumnya. Bahkan beberapa kali berada di level Berbahaya dengan konsentrasi Particulat Matter (PM 2,5) di atas 250 ųg/m³. Pagi ini, pukul 06.00 WIB, atmosfer Pekanbaru masih diselimuti asap dan berada di level Sangat Tidak Sehat, konsentrasi PM 2,5 di angka 175,1.
Pemko Pekanbaru melalui Dinas Pendidikan (Disdik) telah mengeluarkan kebijakan pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) pada Selasa dan Rabu kemarin. Melihat kondisi kabut asap yang belum mereda, pelaksanaan PJJ diperpanjang hingga Sabtu (10/10/2026) mendatang.