kabarmelayu.com,PEKANBARU - Jumlah titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera kembali melonjak, Rabu (7/10/2026). Dari angka 2
500-an, pagi ini dilaporkan menjadi 4.806 titik. Sementara Riau, sebelumnya hanya 8 titik, pagi ini menjadi 16 titik.
BMKG Riau mencatat, Provinsi Sumatera Selatan masih pemegang rekor terbanyak, yakni 3.689 hotspot. Menyusul Jambi 438, Lampung 353, Bangka Belitung 269, Bengkulu 7, Kepulauan Riau 5, Sumatera Utara dan Sumatera Barat masing-masing 1 hotspot.
Sedangkan di Riau, Kabupaten Indragiri Hulu 6 titik, Kuantan Singingi, Siak, Pelalawan dan Kota Pekanbaru masing-masing 2 titik, Kampar 1 dan Indragiri Hilir 1 hotspot.
Dari 16 hotspot di Riau itu, 1 di Kuantan Singingi berada di level confidence (tingkat kepercayaan) tinggi, 1 di Pelalawan level confidence rendah dan selebihnya sedang.
Di Pekanbaru, kualitas udara terpantau Sangat Tidak Sehat dengan konsentrasi Particulat Matter (PM 2,5) di angka 172,8 ụg/m³ pada pukul 06.00 WIB pagi ini. Kondisi yang fluktuatif ini menurun dari sebelumnya yang sempat berada di grafik Berbahaya.
Tingginya angka hotspot di Selatan Sumatera, memberi pengaruh besar terhadap kualitas udara di Riau, khususnya Pekanbaru. Pasalnya, saat ini arah angin masih dominan dari arah tenggara yang menyebabkan angin membawa partikel asap dari Sumatera bagian selatan menuju wilayah Riau.
Pemko Pekanbaru sejak semalam (6/10/2026) telah mengeluarkan kebijakan pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa untuk melindungi dari paparan kabut asap.