kabarmelayu.com,PEKANBARU - Hujan merata yang membasahi bumi Riau sejak malam kemarin, menekan angka hotspot (titik panas). Sore ini, Sabtu (19/8/2026) tersisa dua titik panas.
Update Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Riau, dari Stasiun Meteorologi Sulran Syarif Kasim II (SSK II) Pekanbaru, satu hotspot berada di Dumai san satu lainnya di Indragiri Hilir (Inhil). Kedua di level confidence (tingkat kepercayaan) sedang.
Forecaster BMKG, Dewi Gita S melaporkan, visibility (jarak pandang) sore ini juga membaik. Kota Pekanbaru yang aebelumnya di angka 3 kilometer, sore ini menjadi 4,5 kilometer. Rengat (Inhu) 6 kilometer, Pelalawan 6 kilometer dan Tambang (Kampar) 9 kilometer.
Sedangkan hotspot di Sumatera tercatat menurun di angka 1.441 titik. Terbanyak masih di provinsi Sumatera Selatan 1.025 titik.
Meski begitu, konsentrasi Particulat Matter (PM 2,5) di wilayah Pekanbaru sekitarnya terpantau mengalami kenaikan. Pada pukul 22.00 Jumat (18/9/2026) udara Pekanbaru di level baik, sejak 06.00 konsentrasi PM 2,5 cenderung naik.
Sampai pukul 16.00, PM 2,5 di atmosfer Pekanbaru berada di angka 59,6 yang menempatkan udara Pekanbaru si level Tidak Sehat.
Forecaster BMKG Dewi Gita menjelaskan, asap yang menyelimuti Pekanbaru saat ini dominan berasal dari 2 sumber. Pertama dari firespot atau titik kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).
"Kedua, asap kiriman dari wilayah yang terjadi karhutla di Provinsi Jambi dan Sunatera Selatan," ujarnya.
Selain Sumsel 1.441 titik panas, di Jambi turut terdapat 141 hotspot, diikuti Bangka Belitung 199 titik dan Lampung 67.