kabarmelayu.com,PEKANBARU - Setelah beberapa waktu berada di level Tidak Sehat dan Sangat Tidak Sehat, malam ini, Jumat (18/9/2026) pukul 22.00 WIB kualitas udara di wilayah Pekanbaru kembali pulih. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat kualitas udara di Kota Bertuah Baik.
Sempat berada di angka 159,2 atau level Sangat Tidak Sehat pada pukul 19.00, hujan yang mengguyur Kota Pekanbaru dan sekitarnya membuat konsentrasi PM 2,6 di Pekanbaru berangsur menurun. Hingga pukul 22.00 WIB tadi, angka konsentrasi PM 2,5 menjadi 7,9 yang menempatkannya di zona hijau
"Alhamdulillah, hujan. Asap hilang," ucap Hadi, warga Marpoyan Pekanbaru.
Seperti diketahui, sejak tiga pekan terakhir Pekanbaru diselimuti kabut asap yang mengganggu kegiatan warga. Bahkan di sektor pendidikan, seluruh sekolah terpaksa melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Warga juga harus merasakan dampak terhadap kesehatan akibat "import" asap dari daerah tetangga. Dinas Kesehatan Provinsi Riau mencatat 11.370 Masyarakat Riau Terserang ISPA sejak awal hingga pertengahan September 2026.
Forecaster BMKG Pekanbaru, Mari Frystine menjelaskan, asap yang menyelimuti Riau saat ini berasal dari 2 sumber. Pertama dari firespot atau titik kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dan Indragiri Hilir (Inhil).
Kedua, asap kiriman dari wilayah yang terjadi karhutla dari selatan pulau Sumatera.
"Karhutla di selatan Sumatera ikut berkontribusi atas kabut asap yang menyelimuti Riau. Kondisi angin saat ini dominan dari arah selatan Sumatera yang membawa partikel-partikel asap", jelas Mari Frystine, Kamis (17/9/2026).
Hingga pukul 22 00, BMKG melaporkan potensi hujan lebat diperkirakan merata di seluruh wilayah di Riau.
Sementara, dari Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II (SSK II) Pekanbaru, pukul 16.00 WIB tadi masih terpantau 90 hotspot (titik panas) di Riau. Sebagian besar terpantau di Inhu 47 titik dan Inhil 36.