kabarmelayu.com,PEKANBARU - Wilayah Kota Pekanbaru beberapa pekan terakhir terpantau nihil hotspot. Meski begitu, warga di ibukota provinsi Riau ini merasakan dampak kabut asap yang cukup parah. Mulai kesehatan hingga terganggunya sektor pendidikan.
Akibat kabut asap, tercatat 5000-an kasus ISPA hingga pertengahan September ini yang umumnya diderita balita hingga orang dewasa. Ini belum lagi dengan penyakit lainnya akibat kabut asap, seperti asma yang rentan, iritasi kulit dan gangguan pada mata.
Di sektor pendidikan, sudah sepekan lebih siswa mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang demi melindungi anak dari dampak kabut asap.
Hingga pukul 16.00 WIB ini, konsentrasi Particulat Matter (PM 2,5) di atmosfer Pekanbaru terpantau di angka 110,7 yang memposisikan kualitas udara Pekanbaru di level tidak sehat. Sehari sebelumnya, dengan konsentrasi PM 2,5 mencapai angka 200 lebih, udara Pekanbaru berada di level sangat tidak sehat.
Lantas, jika tak ada firespot (titik api), dari mana sumber kabut asap di Pekanbaru?
Forecaster BMKG Pekanbaru, Mari Frystine menjelaskan, asap yang menyelimuti Riau saat ini berasal dari 2 sumber. Pertama dari firespot atau titik kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dan Indragiri Hilir (Inhil).
Kedua, asap kiriman dari wilayah yang terjadi karhutla dari selatan pulau Sumatera.
"Parahnya karhutla di selatan Sumatera ikut berkontribusi atas kabut asap yang menyelimuti Riau. Kondisi angin saat ini dominan dari arah selatan Sumatera yang membawa partikel-partikel asap", jelas Mari Frystine, Kamis (17/9/2026).
Atas kondisi saat ini, BMKG mengimbau masyatakat untuk mewaspadai kondisi asap yang masih pekat, terutama saat berkendara dan melakukan aktivitas di luar ruangan.
Laporan update Stasiun Meteorologi (Stamet) Sultan Syarif Kasim II (SSK II) Pekanbaru pukul 16.00 hari ini, visibility update (jarak pandang) di Pekanbaru terpantau 4 kilometer akibat kabut asap, Rengat (Inhu) 4 kilometer, Pelalawan 5 kilometer dan Tambang 5 kilometer.
Sedangkan untuk jumlah hotspot (titik panas) di Riau yang tadi pagi mencapai angka 225, sore ini tersisa 67 titik. Berbanding lurus dengan itu, jumlah titik panas di seluruh Sumatera juga mengalami penurunan dari 5 800-an menjadi 2.820 titik.