Ini Sumber Asap yang Selimuti Riau

Andi - Kamis, 17 September 2026 18:08 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2026/09/_2412_Pekanbaru-Nihil-Hotspot-Tapi-Diselimuti-Asap--Ini-Sumbernya-.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Kabut asap yang menyelimuti Kota Pekanbaru selama beberapa pekan terakhir.(Foto: Istimewa)
kabarmelayu.com,PEKANBARU - Wilayah Kota Pekanbaru beberapa pekan terakhir terpantau nihil hotspot. Meski begitu, warga di ibukota provinsi Riau ini merasakan dampak kabut asap yang cukup parah. Mulai kesehatan hingga terganggunya sektor pendidikan.

Akibat kabut asap, tercatat 5000-an kasus ISPA hingga pertengahan September ini yang umumnya diderita balita hingga orang dewasa. Ini belum lagi dengan penyakit lainnya akibat kabut asap, seperti asma yang rentan, iritasi kulit dan gangguan pada mata.

Di sektor pendidikan, sudah sepekan lebih siswa mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang demi melindungi anak dari dampak kabut asap.

Hingga pukul 16.00 WIB ini, konsentrasi Particulat Matter (PM 2,5) di atmosfer Pekanbaru terpantau di angka 110,7 yang memposisikan kualitas udara Pekanbaru di level tidak sehat. Sehari sebelumnya, dengan konsentrasi PM 2,5 mencapai angka 200 lebih, udara Pekanbaru berada di level sangat tidak sehat.

Lantas, jika tak ada firespot (titik api), dari mana sumber kabut asap di Pekanbaru?

Forecaster BMKG Pekanbaru, Mari Frystine menjelaskan, asap yang menyelimuti Riau saat ini berasal dari 2 sumber. Pertama dari firespot atau titik kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dan Indragiri Hilir (Inhil).

Kedua, asap kiriman dari wilayah yang terjadi karhutla dari selatan pulau Sumatera.

"Parahnya karhutla di selatan Sumatera ikut berkontribusi atas kabut asap yang menyelimuti Riau. Kondisi angin saat ini dominan dari arah selatan Sumatera yang membawa partikel-partikel asap", jelas Mari Frystine, Kamis (17/9/2026).

Atas kondisi saat ini, BMKG mengimbau masyatakat untuk mewaspadai kondisi asap yang masih pekat, terutama saat berkendara dan melakukan aktivitas di luar ruangan.

Laporan update Stasiun Meteorologi (Stamet) Sultan Syarif Kasim II (SSK II) Pekanbaru pukul 16.00 hari ini, visibility update (jarak pandang) di Pekanbaru terpantau 4 kilometer akibat kabut asap, Rengat (Inhu) 4 kilometer, Pelalawan 5 kilometer dan Tambang 5 kilometer.

Sedangkan untuk jumlah hotspot (titik panas) di Riau yang tadi pagi mencapai angka 225, sore ini tersisa 67 titik. Berbanding lurus dengan itu, jumlah titik panas di seluruh Sumatera juga mengalami penurunan dari 5 800-an menjadi 2.820 titik.

Editor
: Andi

Tag:

Berita Terkait

Lingkungan

Empat Perusahaan PMA Jadi Tersangka Karhutla, Anggota Komisi I DPR Dorong Pengawasan Investasi

Lingkungan

Wako Pekanbaru Buka MTQ Kecamatan Rumbai di Lahan Bekas Karhutla

Lingkungan

3.394 Hektare Lahan Riau Terbakar, 65 Orang Tersangka

Lingkungan

Kapolsek Teluk Meranti Pasang 6 Plang Peringatan di Lokasi Karhutla

Lingkungan

Hingga Oktober 2026, DPKP Pekanbaru Catat 166 Bangunan Terbakar dan 28 Kasus Karhutla

Lingkungan

Karhutla Mereda, Polda Riau Distribusikan 260 Papan Larangan Membakar Lahan