kabarmelayu.com,PEKANBARU - Sejak Ahad lalu (13/9/2026), kualitas udara di Pekanbaru terpantau di level sangat tidak sehat. Puncaknya, pagi ini, Selasa (15/9/2026) konsentrasi Particullat Matter (PM 2,5) mencapai titik tertinggi di angka 206,9.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan, update pukul 07.00 WIB pagi ini terpantau 96 hotspot (titik panas) di Riau. Angka ini naik dari sore sebelumnya di kisaran 76 titik panas.
Daerah dengan hotspot terbanyak di Riau yakni kqbupaten Indragiri Hulu (Inhu) 70 titik. Menyusul Dumai 7, Pelalawan 6, Inhil 4, Kampar 4, Siak 2, Bengkalis 1, Kepulauan Meranti 1 dan Rokan Hulu 1.
Sementara, untuk pulau Sumatera kembali bertabur hotspot hingga menyentuh angka 4.127. Provinsi Sumatera Selatan menembus rekor terbanyak 2.878 titik, angka tertinggi. Diikuti Lampung 468, Bangka Belitung = 318, Jambi 285, Bengkulu 31, Sumatera Barat 24, Kepulauan Riau 15 dan Sumatera Utara 12 titik.
Hingga pukul 07.00 tadi, konsentrasi PM 2,5 di udara Pekanbaru sedikit menurub ke angka 178,3, meski masih di level sangat tidak sehat. Malam sebelumnya. Dinas Pendidikan setempat mengambil kebijakan bahwa anak tetap melaksanakan kegiatan pembelajaran terbatas di sekolah. Anak-abak dipulangkan pukul 12.00 WIB,