Api Padam, Pekerjaan Belum Selesai

Redaksi - Selasa, 01 September 2026 06:46 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2026/09/_6841_Api-Padam--Pekerjaan-Belum-Selesai.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Pantauan penanganan karhutla Riau dari udara. (Foto: ist)
kabarmelayu.com,PEKANBARU - Kapolda Riau kembali melakukan patroli udara untuk memantau secara langsung perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau, Senin (31/8/2026) pagi.

Patroli kali ini difokuskan ke wilayah Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, salah satu kawasan yang dalam beberapa hari terakhir menjadi prioritas penanganan tim gabungan.

Dari udara, Kapolda Irjen Pol Herry Heryawan mengecek sejumlah lokasi terdampak sekaligus memantau pergerakan personel dan sarana prasarana yang dikerahkan untuk pemadaman serta pendinginan. Patroli juga dilakukan untuk memastikan penanganan di lapangan tetap berjalan meski hujan mulai turun di sejumlah wilayah Riau.

"Hari ini saya kembali melihat langsung dari udara perkembangan penanganan Karhutla, khususnya di wilayah Pelalawan. Kita ingin memastikan seluruh upaya di lapangan tetap berjalan maksimal dan tidak ada kelengahan, terutama pada lokasi yang masih mengeluarkan asap atau memiliki potensi bara," kata Irjen Herry, Senin (31/08/2026).

Berdasarkan laporan terbaru dari Posko Penanganan Karhutla Polres Pelalawan hingga pukul 10.30 WIB, penanganan kebakaran di Desa Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci, telah memasuki hari kesembilan.

Dari total area terdampak seluas 967,69 hektare, tim gabungan telah berhasil melakukan pemadaman pada sekitar 957,54 hektare. Sementara sekitar 10,15 hektare masih mengeluarkan asap dan saat ini menjadi fokus proses pendinginan.

Pada pemantauan Senin pagi juga terdeteksi satu hotspot kategori medium di wilayah tersebut. Kondisi ini menjadi perhatian tim meskipun secara umum sebagian besar area terdampak telah berhasil ditangani.

Kapolda menegaskan, munculnya satu hotspot menjadi pengingat bahwa seluruh unsur di lapangan belum boleh mengendurkan kewaspadaan.

Terlebih, karakteristik lahan di sejumlah wilayah Pelalawan memungkinkan bara bertahan dan kembali memunculkan asap apabila pendinginan tidak dilakukan secara menyeluruh.

"Sekalipun api di permukaan sudah tidak terlihat, pekerjaan belum selesai. Yang harus kita pastikan adalah bara benar-benar padam. Karena itu, pendinginan harus dilakukan sampai tuntas dan titik yang masih mengeluarkan asap harus terus diawasi," ujarnya.

Sebanyak 289 personel gabungan saat ini masih dikerahkan dalam penanganan Karhutla di Desa Rantau Baru.

Kekuatan tersebut terdiri dari 55 personel Polri, 46 personel TNI, serta personel BPBD, Damkar Kabupaten Pelalawan, regu pemadam kebakaran perusahaan, Masyarakat Peduli Api dan masyarakat setempat.

Operasi di lapangan turut diperkuat satu helikopter water bombing, enam unit alat berat, puluhan mesin pompa pemadam dan mini striker, jaringan selang pemadam, serta drone surveillance untuk membantu pemantauan area terdampak.

Menurut Herry, besarnya kekuatan yang masih dipertahankan di lapangan merupakan bagian dari strategi untuk memastikan penanganan tidak berhenti hanya setelah api berhasil dikendalikan.

"Kita pertahankan kekuatan di lapangan karena targetnya bukan sekadar memadamkan api. Kita harus memastikan tidak terjadi kebakaran ulang," ujarnya.

"Tim darat bekerja melakukan pemadaman dan pendinginan, sementara dari udara kita lakukan pemantauan serta dukungan water bombing pada lokasi yang membutuhkan," kata Irjen Hery.

Kapolda juga mengapresiasi seluruh personel dan unsur gabungan yang masih bekerja di lapangan. Menurutnya, penanganan Karhutla di Riau merupakan kerja kolektif yang membutuhkan konsistensi dan kolaborasi seluruh pihak.

Menurutnya, dalam penanganan Karhutla, Polri tidak bekerja sendiri. Ada TNI, pemerintah daerah, BPBD, Damkar, dunia usaha, MPA dan masyarakat yang ikut terlibat dan berjibaku bersama.

Herry menegaskan, dirinya bersama Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen Agus Hadi Waluyo berkomitmen untuk terus mengawal penanganan Karhutla di Riau hingga seluruh titik benar-benar tertangani.

"Sejak awal saya dan Pak Pangdam sudah berkomitmen, penanganan Karhutla ini kita kerjakan bersama-sama sampai tuntas. TNI-Polri akan terus berada di lapangan bersama seluruh stakeholder, saling menguatkan dan memastikan setiap titik yang masih membutuhkan penanganan tidak terabaikan," kata Irjen Herry.

Ia mengatakan, komitmen tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga semangat seluruh personel yang hingga kini masih berjibaku melakukan pemadaman dan pendinginan di lapangan.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Lingkungan

PPWI Inhil, BDPN, Kades dan Warga Pungkat Bahu Membahu Padamkan Api yang Membakar Kebun Warga

Lingkungan

Agung Nugroho Senang Anak-anak Kembali Sekolah

Lingkungan

Karhutla Riau Mulai Terkendali

Lingkungan

62 Hotspot Masih Terpantau di Riau. Inhil 49, Pelalawan Tersisa 7

Lingkungan

Tim Alpha Lakukan Fastrope ke Titik Api di Riau, Buka Jalan Tim Free Fall

Lingkungan

Dinkes Bersama KONI Pekanbaru dan PMI Riau Bagikan 2000 Masker ke Pengguna Jalan