Riau Waspadai Asap Kiriman dari Jambi, Lampung dan Sumsel

Redaksi - Minggu, 23 Agustus 2026 13:52 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2026/08/_5971_Riau-Waspadai-Asap-Kiriman-dari-Jambi--Lampung-dan-Sumsel-Masuk-Riau.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Ilustrasi (Foto: Istimewa)
kabarmelayu.com,PEKANBARU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau mewaspadai sebaran asap yang bergerak dari wilayah selatan menuju Riau. Kondisi ini seiring dengan arah angin yang bergerak dari selatan menuju utara.

Kepala BPBD Riau M Edy Afrizal mengatakan, berdasarkan pemantauan bersama BMKG, sebaran asap perlu diantisipasi karena dapat terbawa angin dan memengaruhi kondisi udara di sejumlah wilayah Riau.

"Ini asap kiriman dari Lampung, Sumatera Selatan dan Jambi yang masuk ke Riau, bercampur dengan asap yang dari Kerumutan Riau," kata M Edy, Ahad (23/8/2026).

Sebaran asap bahkan telah terpantau hingga wilayah Sumatera Utara. Namun, asap tersebut belum seluruhnya masuk ke kawasan permukiman.

"Asapnya juga sudah sampai ke Sumatera Utara, cuma belum sampai masuk ke permukiman karena memang arah anginnya dari Selatan ke Utara, ke sana," ujarnya.

Menurutnya, arah angin menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan dan sebaran asap. Karena itu, kondisi tersebut terus dipantau guna mengantisipasi dampaknya terhadap masyarakat.

Edy menegaskan, kondisi asap perlu diantisipasi terutama bagi kelompok masyarakat yang rentan terhadap gangguan kesehatan, seperti ibu hamil, bayi dan balita.

"Untuk mengantisipasi, jangan sampai masyarakat terdampak. Kita perlu ada pembagian masker juga di sana," imbuhnya.

Forecaster BMKG, Ranti Kurniati mejelaskan bahwa berdasarkan pola pergerakan angin, asap berpotensi bergerak dari wilayah tenggara-selatan menuju barat laut hingga utara.

"Berdasarkan arah angin yaitu dari tenggara-selatan menuju ke barat laut hingga utara," ujarnya.

Selain memantau arah angin, BMKG juga mencatat masih tingginya aktivitas hotspot di Riau. Berdasarkan data yang diperbarui hingga pukul 23.00 WIB, terdapat 355 titik panas di Provinsi Riau."Data hotspot Provinsi Riau yang ter-update pukul 23 WIB tadi malam sebanyak 355 titik dan terbanyak tersebar di Kabupaten Pelalawan yaitu sebanyak 216 titik," jelasnya.

Data tersebut menunjukkan bahwa potensi sumber asap dari dalam Riau juga masih cukup signifikan, terutama di Kabupaten Pelalawan yang menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Lingkungan

Panglima TNI Dampingi Presiden RI Tinjau Penanganan Karhutla di Kalimantan Barat

Lingkungan

Sumatera Dikepung Hotspot! Terpantau 1589 Titik Panas

Lingkungan

Bahayakan Heli Waterbombing. BPBD Riau Larang Drone di Area Karhutla

Lingkungan

Kualitas Udara Memburuk Akibat Karhutla Kerumutan, 18 Ribu Masker dan Oksigen Disiapkan untuk Pelalawan

Lingkungan

Polda Riau Turunkan Tim Ahli Terkait Kebakaran Hutan dan Lahan di Bengkalis

Lingkungan

Sempat Padam, Karhutla di Kerumutan Pelalawan Kembali Menyala