Kapolres Pelalawan Bersama Wakil Bupati Padamkan Karhutla di Teluk Binjai

Redaksi - Jumat, 14 Agustus 2026 14:09 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2026/08/_7708_Kapolres-Pelalawan-Bersama-Wakil-Bupati-Padamkan-Karhutla-di-Teluk-Binjai.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Beng/KM
kabarmelayu.comPELALAWAN - Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara, S.I.K., bersama Wakil Bupati Pelalawan Husni Thamrin turun langsung ke lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Tanjung Kosik, Desa Teluk Binjai, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Kamis (13/8/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai respons terhadap titik hotspot yang terpantau melalui Dashboard Lancang Kuning (DLK). Kapolres Pelalawan bersama Wakil Bupati memimpin langsung upaya pemadaman dan pendinginan guna memastikan titik api benar-benar padam serta mencegah munculnya kembali api di lahan gambut.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Teluk Meranti IPDA Vicki Rizky, Camat Teluk Meranti Raja Eka Putra, Lurah Teluk Meranti Abu Samma, serta unsur terkait lainnya yang bersama-sama mendukung penanganan karhutla di wilayah tersebut.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 67 personel gabungan dikerahkan. Mereka terdiri dari personel Polres Pelalawan, Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Teluk Binjai dan Desa Petodaan, Tim pemadam PT RMP, PT SAU, PT RAPP Distrik Meranti, serta masyarakat Desa Teluk Binjai.

Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, titik hotspot berada pada kawasan lahan gambut yang terdiri dari kebun karet, sawit, dan lahan belukar milik masyarakat. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 1,5 hektare.

Tim gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan dengan membagi personel ke sejumlah titik tugas. Sejumlah peralatan pemadam seperti mini striker, mesin Maxtri, selang, nozzle, serta drone digunakan untuk mendukung proses penanganan di lapangan.

Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara mengatakan, penanganan karhutla dilakukan secara bersama-sama dengan seluruh unsur terkait agar api dapat segera dikendalikan.

"Penanganan karhutla membutuhkan sinergi dan kecepatan seluruh pihak. Kami bersama pemerintah daerah, MPA, perusahaan dan masyarakat terus memastikan setiap titik api ditangani hingga benar-benar aman," ujar AKBP John Louis Letedara.

Sementara itu, Wakil Bupati Pelalawan Husni Thamrin mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lahan dari ancaman api. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan, karena api dapat dengan mudah menyebar dan menimbulkan dampak yang lebih luas.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lahan dari ancaman api. Jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Mari kita jaga lingkungan dan cegah karhutla bersama-sama demi keselamatan dan kelestarian wilayah kita," ujar Husni Thamrin.

Setelah dilakukan pemadaman dan pendinginan secara menyeluruh, kondisi di lokasi dinyatakan aman dan terkendali. Tim gabungan juga tetap melakukan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Kapolres Pelalawan bersama Wakil Bupati Pelalawan kembali mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam pencegahan karhutla. Dengan kepedulian dan kerja sama seluruh pihak, potensi kebakaran dapat dicegah sejak dini.(beng)


Tag:

Berita Terkait

Lingkungan

Penurunan Kualitas Udara Pekanbaru Bukan Dipicu Kebakaran Hutan

Lingkungan

Fenomena El Nino, Pekanbaru Pastikan Kesiapan Hadapi Ancaman Karhutla

Lingkungan

Apel Siaga Karhutla 2026, Kapolda Riau Tekankan Kolaborasi Polri-TNI-Pemda

Lingkungan

Tujuh Titik Karhutla di Riau Masih Membara, Personil Manggala Agni Diperkuat

Lingkungan

Karhutla Sungai Guntung Hilir Melebar, Alat Berat Tambahan dan Heli Water Bombing Dikerahkan

Lingkungan

Akibat Puntung Rokok, 5 Hektare Kebun Sawit di Inhu Terbakar