kabarmelayu.comPEKANBARU - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (
BBKSDA) Provinsi Riau, melakukan mitigasi menindaklanjuti laporan interaksi negatif perjumpaan pekerja PT. PHR dengan seekor
Harimau Sumatera (HS) pada 5 April 2026 lalu. Tim
BBKSDA Riau turun langsung ke lokasi DSF 125 Tonggak 8, Duri, Bengkalis.
Tim memastikan keamanan manusia dan satwa, tim telah memasang kamera trap dan menyiagakan tim medis di lokasi sebagai langkah antisipasi darurat.
Kepala Bidang Teknis BKSDA Riau, Ujang Holisudin mengatakan, hingga hari ini (10/4/2026), Tim terus melakukan penyisiran area setelah ditemukannya jejak kaki Harimau Sumatera.
Hasil identifikasi video yang beredar, Ujang Holisudin memastikan bahwa satwa tersebut merupakan harimau sumatra berusia dewasa.
Situturkan, salah seorang pekerja PHR sempat berhadapan langsung dengan harimau tersebut.
Saat di lokasi, tim juga sempat mendengar suara auman si raja rimba itu. Demi keselamatan, tim kemudian bergeser dari lokasi terdengarnya auman.
BBKSDA Riau tetap mengutamakan keselamatan serta menghindar jika melihat tanda-tanda keberadaan satwa predator itu.
Tim juga mengerahkan drone thermal untuk pemantauan siang maupun malam hari guna memastikan posisi satwa dilindungi tersebut.