Riau Dapat Tambahan 15 Ton Garam untuk Modifikasi Cuaca

Redaksi - Selasa, 24 Februari 2026 02:06 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2026/02/_7979_Riau-Dapat-Tambahan-15-Ton-Garam-untuk-Modifikasi-Cuaca.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Ilustrasi.(Foto: Ist)
kabarmelayu.comPEKANBARU- Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Riau untuk membuat hujan buatan terus dilanjutkan. Terakhir, Pemerintah Provinsi mendapatkan tambahan 15 ton garam untuk disemai di langit Riau.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau M. Edy Afrizal melalui Kabid Kedaruratan Jim Gafur menjelaskan, pada awalnya pihaknya mendapat bantuan garam semai sebanyak 8,5 ton dari BNPB.

"kita kembali menerima bantuan sebanyak 15 ton," katanya.

Kegiatan OMC saat ini masih fokus di daerah pesisir Riau. Per Ahad (22/2/2026) kegiatan OMC dilakukan di wilayah Kabupaten Siak. Garam yang disemai sebanyak 1 ton dalam satu kegiatan.

"Kegiatan OMC masih difokuskan didaerah pesisir Riau yang menurut informasi dari BMKG curah hujannya menurun. Kemudian didaerah tersebut juga banyak terdapat lahan gambut," sebutnya.

Hngga saat ini mencatat sudah ada 11 kabupaten/kota di Riau terjadi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sejak awal tahun. Total luasan terbakar sebanyak 1.041,74 Hektare (Ha).

Sebanyak 11 daerah yang sudah terjadi Karhutla tersebut yakni Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Meranti, Siak, Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu (Inhu), Indragiri Hilir (Inhil), Kuantan Singingi (Kuansing), Rokan Hilir (Rohil), Kota Dumai dan Pekanbaru.

Di Kota Dumai, saat ini tercatat seluas 30,52 Ha, Bengkalis 201,01 Ha, Kepulauan Meranti 13,40 Ha, Siak 63,53 Ha, Pekanbaru 14,08 Ha, Kampar 29,50 Ha, Pelalawan 612,30 Ha, Inhu 1,20 Ha, Inhi 64,70 Ha, Rohil 10 Ha dan Kuansing 1,50 Ha.

"Dari rincian luasan tersebut, juga ditemukan 1.849 hotspot atau titik panas dengan jumlah fire spot atau titik api sebanyak 128 ," ujarnya.

Karhutla yang terjadi di beberapa wilayah tersebut dilaporkan sudah berhasil ditangani.

"Laporan dari masing-masing daerah Karhutla diwilayah sudah bisa ditangani. Hujan juga terjadi cukup rata di Riau beberapa hari terakhir ini ," sebut Jim.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Lingkungan

Karhutla Nihil, OMC di Riau Jalan Terus

Lingkungan

Kekuatan Pemadaman Karhutla Riau Bertambah, Heli Water Bombing BNPB Kembali Mendarat di Riau

Lingkungan

Heli BNPB Mendarat di Riau Hari Ini, Tambah Kekuatan Penanggulangan Karhutla

Lingkungan

Polisi Amankan Tersangka Kasus Karhutla di Teluk Meranti

Lingkungan

Karhutla Pelalawan Terkendali

Lingkungan

210 Hotspot Masih Menyebar di Riau