Gajah Sumatra Mati Mengenaskan di Areal Konsesi PT. RAPP, Kepala Hilang

Redaksi - Jumat, 06 Februari 2026 15:31 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2026/02/_8582_Gajah-Sumatra-Mati-Mengenaskan-di-Areal-Konsesi-PT--RAPP--Kepala-Hilang.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Bangkai gajah yang telah membusuk tanpa kepala ditemukan di dalam areal konsesi PT. RAPP Kecamatan Ukui Pelalawan.(Foto: ist)
kabarmelayu.comPELALAWAN- Bangkai seekor gajah Sumatera ditemukan dalam keadaan mengenaskan di dalam konsesi PT. RAPP, tepatnya di Desa Lubuk Kembang Bunga Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan. Kepala gajah tersebut hilang.

Polres Pelalawan bersama tim gabungan lintas instansi langsung terjun ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna memulai penyelidikan mendalam.

Kasat Reskrim Polres Pelalawan, AKP I Gede Yoga Eka Pranata mengungkapkan, satwa bongsor itu ditemukan dalam posisi duduk dengan bagian kepala yang sudah terpotong dan hilang. Temuan ini memperkuat dugaan adanya tindak kriminalitas terhadap satwa liar yang sangat dilindungi tersebut.

"Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kematian gajah ini, olah TKP dan pengambilan keterangan terhadap saksi-saksi," ujar AKP I Gede Yoga, Kamis (5/2/2026).

Guna mengungkap penyebab pasti kematian, tim gabungan yang terdiri dari Reskrim Polres Pelalawan, Polsek Ukui, Ditkrimsus Polda Riau, serta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) melakukan prosedur nekropsi pada Rabu (4/2/2026).

Langkah medis dan forensik ini sangat krusial untuk mengidentifikasi apakah terdapat kandungan racun atau luka tersembunyi lainnya yang memicu kematian gajah.

Selain tindakan nekropsi, Tim Bidlabfor Polda Riau yang dipimpin oleh Iptu Imam Yusuf Hanura juga telah mengumpulkan sejumlah barang bukti fisik di lapangan. Petugas mengambil sampel tanah di sekitar lokasi bangkai gajah untuk dilakukan uji laboratorium secara mendalam.

Uji ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan zat kimia berbahaya atau unsur mencurigakan lainnya yang mungkin tercecer di TKP.

"Hingga saat ini, penyelidikan masih terus dikembangkan dengan memeriksa sejumlah saksi tambahan dan mengumpulkan data teknis dari hasil olah TKP," jelas AKP Yoga.

Dia menegaskan, kepolisian akan berupaya keras memburu siapa pun yang bertanggung jawab atas kematian satwa tersebut. Sebagai langkah antisipasi ke depan, kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan dan perlindungan satwa.

Warga diminta untuk tidak ragu melaporkan setiap aktivitas mencurigakan atau tindak pidana kehutanan kepada kantor polisi terdekat. Laporan juga dapat disampaikan secara cepat melalui layananCall Center110 guna penanganan yang lebih sigap.

Penemuan ini bermula saat seorang warga bernama Winarno melintasi area tersebut pada Senin (2/2/2026) malam. Ia mengaku mencium aroma busuk yang sangat menyengat dari arah dalam hutan.

Setelah menelusuri sumber bau tersebut, ia terkejut menemukan bangkai gajah yang sudah tidak utuh lagi dan langsung melaporkan temuan tersebut kepada pihak keamanan.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Lingkungan

Bulan Vaksinasi Rabies, Dinas PKH Riau Siapkan Vaksin Gratis

Lingkungan

Mencuci di Sungai, Perempuan Suku Akit Tewas Diserang Buaya

Lingkungan

Harapan Baru Konservasi, Kapolda Riau Namai Anak Gajah Tesso Nilo "Nona Seroja"

Lingkungan

BBKSDA Riau Pasang Box Trap di Lokasi Kemunculan Beruang Madu Pelalawan

Lingkungan

Belasan Gajah Liar Dewasa Masuk Perkebunan Warga Muara Fajar

Lingkungan

Januari hingga April 2026, DPKP Pekanbaru Evakuasi 214 Ular, Mulai Piton hingga Kobra