243 KK Dua Desa di Kemuning Inhil Terdampak Banjir

Redaksi - Selasa, 16 Desember 2025 14:22 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2025/12/_860_243-KK-Dua-Desa-di-Kemuning-Inhil-Terdampak-Banjir.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Banjir yang melanda Desa Lubuk Besar dan Desa Limau Manis di Kecamatan Kemuning Kabupaten Inhil.(Foto: Ist)
kabarmelayu.comPEKANBARU - Banjir kembali melanda Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau. Luapan sungai akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir merendam dua desa dan berdampak pada ratusan kepala keluarga.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Provinsi Riau, Edy Afrizal mengatakan Desa Lubuk Besar dan Desa Limau Manis menjadi wilayah terdampak paling parah. Total sebanyak 243 kepala keluarga (KK) terdampak banjir.

"Tim BPBD Kabupaten Inhil sudah turun langsung ke lokasi sejak banjir terjadi untuk melakukan evakuasi dan pendataan warga," kata Edy, Senin (15/12/2025).

Di Desa Lubuk Besar, banjir merendam permukiman warga dan berdampak pada 188 KK. Sementara di Desa Limau Manis, genangan air mengganggu aktivitas 55 KK, dengan ketinggian air masuk hingga ke dalam rumah warga.

Seluruh warga terdampak telah dievakuasi. Namun, hingga saat ini belum didirikan posko pengungsian. Warga memilih mengungsi sementara ke rumah keluarga atau kerabat terdekat yang berada di lokasi lebih aman.

"Untuk sementara warga mengungsi mandiri ke rumah keluarga" jelasnya.Banjir dipicu hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kecamatan Kemuning selama dua hari berturut-turut.

Akibatnya, debit air sungai meningkat tajam dan meluap ke permukiman serta sejumlah akses jalan warga.Selain di Indragiri Hilir, BPBD Riau juga mengingatkan potensi banjir di wilayah lain. Sejumlah desa di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) yang berada di sepanjang bantaran Sungai Rokan disebut berpotensi terdampak seiring terus naiknya debit air sungai.

BPBD Riau mengimbau masyarakat di daerah rawan banjir agar tetap waspada, memantau perkembangan cuaca dan ketinggian air, serta segera melaporkan kondisi darurat kepada aparat setempat jika situasi memburuk.

"Kami terus memantau perkembangan di lapangan, terutama di wilayah-wilayah yang rawan banjir," tutur Edy.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Lingkungan

Januari-Oktober 2026, DBD di Pekanbaru Tercatat 745 Kasus

Lingkungan

Riau Mulai Masuk Peralihan ke Musim Hujan

Lingkungan

Gerak Cepat TNI Bantu Tangani Dampak Banjir Bandang di Kabupaten Solok Sumbar

Lingkungan

Diguyur Hujan, Kualitas Udara Pekanbaru Pulih

Lingkungan

Satgas Kahurtla TNI Gelar Salat Istisqo, Hujan Deras Mengguyur

Lingkungan

447 Hotspot Terpantau, Hujan Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah Riau