Anak Gajah Liar Terluka, Diduga Terjerat di Tesso Tenggara Pelalawan

Redaksi - Kamis, 11 Desember 2025 21:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2025/12/_5307_Anak-Gajah-Liar-Terluka--Diduga-Terjerat-di-Tesso-Tenggara-Pelalawan.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Tim Wildlife Rescue Unit BBKSDA Riau melakukan pemeriksaan terhadap anak gajah yang terluka di Tesso Tenggara Pelalawan.(Foto: Ist)
kabarmelayu.comPEKANBARU - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau mengevakuasi seekor anak gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) yang ditemukan terluka pada kaki kanan di kantong gajah Tesso Tenggara, Pelalawan, Riau, pada Kamis (11/12).

Tim Wildlife Rescue Unit BBKSDA Riau diturunkan ke lokasi menindaklanjuti informasi yang diterima melalui Call Center terkait keberadaan satwa dilindungi itu.

"Anak gajah itu tertinggal dari kelompoknya dan berada di sekitar kawasan konsesi salah satu PBPH di Riau," kata Kepala BBKSDA Riau, Supartono.

Dalam evakuasi itu, BBKSDA Riau mengerahkan tim beranggotakan dokter hewan dan mahout untuk melakukan pencarian serta tindakan medis.

Setibanya di lapangan, tim bersama mitra melakukan penyisiran dan menemukan satu ekor anak gajah betina berumur sekitar dua tahun dengan berat 400 kilogram dan tinggi 178 sentimeter.

"Tim yang turun ke lokasi mendapati kondisi kaki kanan depan mengalami luka akibat jerat tali nilon," kata Supartono.

Untuk memudahkan pemeriksaan, tim terlebih dahulu melakukan pembiusan. Hasilnya menunjukkan ada luka terbuka yang membutuhkan penanganan intensif.

Selanjutnya, tim medis langsung memberikan terapi cairan untuk mencegah dehidrasi, vitamin untuk meningkatkan kondisi tubuh, antibiotik guna mengatasi infeksi sekunder, serta obat antiradang dan antiinflamasi.

Setelah menjalani perawatan sekitar tiga jam, anak gajah tersebut dilepasliarkan kembali ke lokasi awal dengan harapan dapat bergabung kembali dengan kelompoknya.

"Saat ini oopulasi gajah di kantong Tesso Tenggara diperkirakan mencapai sekitar 30 individu," ungkap Supartono.

Setelah diobati, tim BBKSDA Riau lanjut melakukan pemantauan lanjutan selama beberapa hari menggunakan drone dan patroli lapangan. Hasil monitoring menunjukkan anak gajah itu akhirnya berhasil kembali ke rombongannya.

"Seluruh proses pengobatan dilaporkan berjalan aman, meski rombongan gajah liar berada pada jarak sekitar satu kilometer dari lokasi penanganan," tambah Supartono.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Lingkungan

Info Kemunculan Harimau di Pasir Putih Kampar Dipastikan Hoaks

Lingkungan

Upaya Evakuasi Harimau di Pulau Burung Inhil, BBKSDA Kirim Box Trap ke Desa Danai

Lingkungan

Rentang Januari-Juli 2026, DPKP Pekanbaru Evakuasi 72 Ekor Ular di Permukiman Warga

Lingkungan

Buaya Muara Mengamuk di Desa Undan Inhil, Naik ke Darat Kejar Warga

Lingkungan

Seekor Monyet Ditangkap di Tembilahan, BBKSDA Riau Lakukan Identifikasi

Lingkungan

Petani di Pelalawan Diserang Beruang Liar