31 Ribu Personel Gabungan Siap Hadapi Bencana Hidrometeorologi di Riau

Redaksi - Rabu, 05 November 2025 10:01 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2025/11/_4752_31-Ribu-Personel-Gabungan-Siap-Hadapi-Bencana-Hidrometeorologi-di-Riau.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Kapolda Riau saat apel kesiapsiagaan tanggap darurat bencana.(Foto: Istimewa)
kabarmelayu.comPEKANBARU - Menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di musim hujan, Kepolisian Daerah (Polda) Riau menggelar apel kesiapsiagaan tanggap darurat bencana pada Rabu (05/11/2025) di halaman Mapolda Riau, Pekanbaru.

Apel gabungan ini dipimpin langsung oleh Kapolda Riau Irjen Pol Hery Heryawan, didampingi Pangdam XIX Tuanku Tambusai, Kajati Riau, Kepala BPBD Riau, Kepala Kantor SAR Pekanbaru, serta jajaran Forkopimda Riau dan pejabat utama Polda Riau lainnya.

Ratusan personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Basarnas, Manggala Agni, Damkar, BMKG, Lanud Roesmin Nurjadin, serta para relawan turut berpartisipasi. Dalam apel ini juga ditampilkan berbagai kendaraan operasional roda dua dan empat, perlengkapan evakuasi, hingga helikopter patroli untuk mendukung kesiapan lapangan.

Kapolda Riau Irjen Pol Hery Heryawan menyampaikan bahwa apel kesiapsiagaan ini digelar secara serentak di seluruh Indonesia sebagai bentuk pengecekan kesiapan personel dan sarana prasarana menghadapi berbagai potensi bencana di musim hujan.

"Apel ini untuk memastikan seluruh personel dan peralatan siap menghadapi berbagai potensi bencana, demi menjamin keamanan dan keselamatan masyarakat," kata Kapolda.

Ia menegaskan, Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat kerawanan bencana tertinggi di dunia. Pada musim hujan, potensi banjir dan tanah longsor meningkat tajam. Karena itu, menurutnya, dibutuhkan langkah strategis dan komprehensif yang dilakukan secara berkesinambungan.

"Puncak musim hujan akan terjadi pada November ini hingga Februari 2026. Kita harus siaga sejak dini agar bisa bergerak cepat ketika bencana terjadi," tambahnya.

Kapolda Riau juga menegaskan pentingnya sinergi lintas lembaga.

"Hari ini saya bersama Pangdam Tuanku Tambusai, Kajati, Kepala BPBD, BMKG, Manggala Agni, Basarnas, dan seluruh stakeholder hadir untuk memperkuat komitmen bersama. Ini bukan hanya soal kesiapan personel, tapi juga kesiapan peralatan dan sistem mobilisasi cepat saat bencana terjadi," ujarnya.

Setelah apel, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi tanggap darurat, meliputi latihan mobilisasi cepat, pengaturan lalu lintas darurat, evakuasi korban, hingga penyelamatan di wilayah pesisir menggunakan sekoci.

Kapolda menyebutkan, apel serupa juga digelar secara serentak di seluruh kabupaten/kota se-Riau, termasuk di Polresta Pekanbaru, dengan total lebih dari 31 ribu personel gabungan yang terlibat.

"Wilayah prioritas tentu di daerah pesisir seperti Dumai, Bengkalis, dan Kepulauan Meranti yang rawan gelombang tinggi.

Sementara di daratan, antisipasi lebih difokuskan pada banjir dan tanah longsor," jelasnya.

Kapolda juga apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bersinergi.

"Terima kasih kepada Pangdam, Kajati, BPBD, dan seluruh stakeholder yang telah berkolaborasi. Semoga langkah bersama ini mampu melindungi masyarakat Riau dari dampak bencana," tutup Kapolda.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Lingkungan

Pekanbaru Masih Dibelit Persoalan Banjir, Ini Kata Wawako Markarius

Lingkungan

Wujud Solidaritas Kebangsaan, TNI Bersama UAH Care Bangun Harapan Pasca Bencana Aceh

Lingkungan

Bermunajat Diturunkan Hujan, SD IT Ibu Harapan Bengkalis Gelar Sholat Istisqo

Lingkungan

Sepanjang 900 Kilometer Drainase di Pekanbaru Dinormalisasi Tahun Ini

Lingkungan

Data Sementara 9 Meninggal, 81 Hilang, 12 Drone Dikerahkan Cari Korban Longsor Bandung Barat

Lingkungan

Pencarian Korban Bencana Sumut dan Sumbar Dihentikan, Aceh Berlanjut