Pencari Damar di Inhu Selamat Setelah Diserang Harimau

Redaksi - Rabu, 22 Oktober 2025 12:08 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2025/10/_8365_Pencari-Damar-di-Inhu-Selamat-Setelah-Diserang-Harimau.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Butet mendapat perawatan usai diserang harimau.(Foto: Ist)
kabarmelayu.comPEKANBARU- Seorang warga diserang dua ekor harimau induk dan anak saat mencari damar di kawasan Sungai Balam, Dusun Nunusan, Desa Rantau Langsat, Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu, Selasa (21/10/2025].

Peristiwa mencekam itu terjadi sekitar pukul 09.00 WIB di wilayah yang termasuk dalam zona tradisional Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT).

Kepala Bidang Teknis Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Ujang Holisudin, Rabu (22/10/2025) menjelaskan, saat itu sedang memanen damar untuk menambal perahunya.

Sebelum diserang, sebenarnya Butet sudah mendengar suara raungan harimau dari kejauhan. Namun ia mengabaikannya karena sudah terbiasa mendengar suara satwa liar di kawasan hutan tersebut.

Tak lama kemudian, dua ekor harimau muncul seekor induk dan anaknya. Induk harimau menyerang pergelangan kaki kiri korban, sementara anaknya menggigit lutut kanan.

"Dari pengamatan tim BBKSDA, kemungkinan besar induk harimau sedang mengajarkan anaknya berburu," jelas Ujang Holisudin.

Dalam kondisi terluka, korban sempat melawan dengan memukul wajah anak harimau hingga terpental. Melihat hal itu, induknya melepaskan cengkeramannya dan pergi meninggalkan lokasi bersama anaknya.

Butet yang berlumuran darah selanjutnya berjalan kaki menuju permukiman warga. Sekitar pukul 12.30 WIB, ia ditemukan dan segera dibawa ke Desa Rantau Langsat, lalu dirawat di Puskesmas Siberida sebelum dirujuk ke RSUD Indrasari Rengat pada pukul 15.30 WIB untuk perawatan intensif.

Setelah menerima laporan kejadian tersebut, Tim BBKSDA Riau bersama Balai Taman Nasional Bukit Tiga Puluh langsung turun ke lapangan untuk memantau lokasi kejadian serta menemui korban dan keluarganya.

Tm BBKSDA kepada warga sekitar juga mengimbau agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar kawasan hutan.

"Kami mengingatkan masyarakat agar tidak beraktivitas sendirian di dalam atau sekitar hutan, segera melapor kepada aparat desa atau petugas jika menemukan tanda-tanda keberadaan satwa liar," pesan Ujang.

BBKSDA Riau bersama pemerintah desa dan pihak TNBT terus melakukan pemantauan intensif untuk memastikan keamanan warga sekaligus menjaga kelestarian harimau sumatera agar tetap hidup harmonis di habitat alaminya.

Ditegaskan Ujang, harimau sumatera merupakan satwa endemik yang berstatus critically endangered (sangat terancam punah) menurut daftar merah IUCN. Konflik antara manusia dan harimau di Riauvkerap terjadi di wilayah yang berbatasan langsung dengan kawasan konservasi akibat semakin sempitnya ruang jelajah satwa tersebut.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Lingkungan

Info Kemunculan Harimau di Pasir Putih Kampar Dipastikan Hoaks

Lingkungan

Upaya Evakuasi Harimau di Pulau Burung Inhil, BBKSDA Kirim Box Trap ke Desa Danai

Lingkungan

Kolombia Tegaskan Pengakuan Atas Kedaulatan Maroko di Wilayah Sahara, Presiden IMSB Beri Apresiasi Tinggi

Lingkungan

Rentang Januari-Juli 2026, DPKP Pekanbaru Evakuasi 72 Ekor Ular di Permukiman Warga

Lingkungan

Buaya Muara Mengamuk di Desa Undan Inhil, Naik ke Darat Kejar Warga

Lingkungan

Seekor Monyet Ditangkap di Tembilahan, BBKSDA Riau Lakukan Identifikasi