Jejak Harimau Sumatra Terdeteksi di Lokasi Kerja PHR Siak

Redaksi - Selasa, 14 Oktober 2025 13:10 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2025/10/_5512_Jejak-Harimau-Sumatra-Terdeteksi-di-Lokasi-Kerja-PHR-Siak.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Tim BBKSDA Riau melakukan observasi di lokasi yang dilaporkan ditemukan jejak harimau sumatera.(Foto: Ist)
kabarmelayu.comPEKANBARU - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menurunkan tim ke area kerja PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), Kecamatan Minas, Kabupaten Siak. Hal itu merespon laporan dugaan ditemukannya jejak harimau.

Kepala BBKSDA Riau, Supartono menjelaskan, laporan resmi dari PHR diterima pada 7 Oktober 2025. Dalam laporan itu, pekerja PT. PHR di lapangan menemukan jejak besar menyerupai tapak harimau di sekitar area kerja perusahaan.

"Menindaklanjuti laporan itu, kami segera mengirim tim Seksi Konservasi Wilayah IV bersama mitra PHR untuk melakukan verifikasi dan identifikasi langsung di lapangan," kata Supartono dalam keterangan tertulisnya, Senin kemarin.

Tim gabungan yang melakukan pengamatan sejak 7 hingga 11 Oktober 2025 menemukan jejak dengan bentuk dan ukuran yang memiliki kemiripan dengan tapak Harimau Sumatra.

Meskipun belum bisa dipastikan, observasi awal mengindikasikan adanya kemungkinan satwa besar dilindungi melintas di kawasan tersebut.

Untuk memastikan kebenarannya, tim memasang kamera trap (kamera jebak) di beberapa titik strategis pada 12 Oktober 2025. Kamera tersebut akan merekam aktivitas satwa selama beberapa hari ke depan.

"Sampai saat ini, tim kami masih melakukan pemantauan di lapangan sambil menunggu hasil rekaman kamera," ujar Supartono.

Selain pengamatan di lokasi, tim dari BBKSDA Riau juga memberikan imbauan keselamatan dan mitigasi konflik satwa liar kepada pihak perusahaan. Dengan meminta pekerja tidak beraktivitas sendirian, menghindari kegiatan malam hari, dan segera melapor jika menemukan tanda-tanda keberadaan harimau.

"Keselamatan manusia adalah prioritas, tetapi kami juga harus memastikan satwa dilindungi seperti Harimau Sumatra tidak terganggu habitatnya," jelas Supartono.

Di sana, lanjut Supartono, tim BBKSDA Riau terus berkoordinasi dengan perusahaan dan pihak terkait agar keberadaan satwa dapat dipantau tanpa menimbulkan gangguan terhadap aktivitas industri maupun masyarakat.

Hingga kini, tim BBKSDA Riau masih menunggu hasil verifikasi dari kamera trap untuk memastikan apakah jejak tersebut benar milik Harimau Sumatra atau satwa lain. Hasilnya akan diumumkan setelah proses identifikasi selesai.

"Harimau Sumatra adalah simbol keseimbangan ekosistem. Kalau jejaknya masih ditemukan, berarti ekosistem di wilayah itu masih hidup dan harus dijaga," tegasnya.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Lingkungan

Penampakan Harimau Sumatera di Duri Field, BBKSDA Riau Sisir Area PHR

Lingkungan

Diterkam Buaya, Warga Batang Sungai Inhil Ditemukan Tewas

Lingkungan

Mangsa Kucing, Ular Piton 6 Meter Ditangkap di Tembilahan

Lingkungan

Mangsa Ternak Warga, Anak Harimau Sumatera di Pulau Muda Pelalawan Masuk Perangkap

Lingkungan

Angkut Kayu Ilegal di SM Kerumutan, Dua Truk Diamankan

Lingkungan

Kejati Riau Terima SPDP Kasus Pembunuhan Gajah Pelalawan