Laporan Penampakan Tiga Harimau di PT. Flora Kampar Kiri Tengah, BBKSDA Riau: Kemungkinan Hanya Melintas

Redaksi - Sabtu, 04 Oktober 2025 21:33 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2025/10/_1309_Laporan-Penampakan-Tiga-Harimau-di-PT--Flora-Kampar-Kiri-Tengah--BBKSDA-Riau--Kemungkinan-Hanya-Melintas.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Tim turun ke lokasi yang dilaporkan terlihatnya tiga ekor harimau sumatera di Desa Penghidupan Kampar Kiri Tengah.(Foto: Istimewa)
kabarmelayu.comPEKANBARU - Tim gabungan yang terdiri dari petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, bersama aparat setempat tturun ke lokasi yang dilaporkan terlihatnya tiga ekor harimau sumatera, Desa Penghidupan Kecamatan Kampar Kiri Tengah, Kabupaten Kampar. Lokasi merupakan perkebunan sawit PT. Flora Wahana Tirta.

Hal itu menindaklanjuti laporan Kapolsek Kampar Kiri Tengah, Iptu Ferry Curie Ambarita berdasarkan laporan warga yang mengaku berjumpa dengan tiga harimau. Di mana satu di antaranya harimau dewasa dan dua harimau anakan.

"Tim diturunkan untuk identifikasi awal, memastikan kebenaran informasi tersebut," terang Kepala BBKSDA Riau, Supartono.

Diketahui, lokasi tersebut berjarak sekitar 45 kilometer dari kawasan Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Bukit Baling yang merupakan habitat alami harimau sumatera.

Tim juga mewawancarai tiga warga pelapor, yakni Hendri Gule, Rito Widodo, dan Andri Miko, yang mengaku melihat tiga ekor harimau pada 28 September 2025 sekitar pukul 18.00 WIB.

"Menurut keterangan mereka, satu harimau berukuran dewasa dan dua lainnya masih anakan. Namun karena panik dan takut, warga tidak sempat mengambil foto atau dokumentasi lain," jelas Supartono.

Sementara, hasil pemeriksaan menyeluruh oleh tim gabungan, tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan harimau, seperti jejak kaki, cakaran, atau kotoran. Lokasi tersebut juga merupakan area kebun sawit tanpa tegakan hutan.

"Kemungkinan besar harimau hanya melintas," kata Supartono.

Meski begitu, tim gabungan tetap meningkatkan pengawasan dan memberikan edukasi kepada warga agar waspada.

Sebagai langkah antisipatif, tim BBKSDA memberikan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat serta pihak perusahaan. Warga diminta tidak beraktivitas sendirian di kebun, terutama setelah pukul 17.00 WIB dan sebelum pukul 07.00 WIB.

"Pihak PT. Flora Wahana Tirta diimbau untuk memasang papan peringatan di area yang dilaporkan sebagai lokasi kemunculan harimau," kata Supartono.

Pemerintah Desa Penghidupan juga diminta untuk terus berkoordinasi dengan BBKSDA Riau serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Lingkungan

BBKSDA Riau Pasang Box Trap di Lokasi Kemunculan Beruang Madu Pelalawan

Lingkungan

Belasan Gajah Liar Dewasa Masuk Perkebunan Warga Muara Fajar

Lingkungan

Januari hingga April 2026, DPKP Pekanbaru Evakuasi 214 Ular, Mulai Piton hingga Kobra

Lingkungan

Penampakan Harimau Sumatera di Duri Field, BBKSDA Riau Sisir Area PHR

Lingkungan

Diterkam Buaya, Warga Batang Sungai Inhil Ditemukan Tewas

Lingkungan

Mangsa Kucing, Ular Piton 6 Meter Ditangkap di Tembilahan