Begini Kronologi Kematian Tari, Gajah Betina Anak Angkat Kapolda Riau di TNTN

Redaksi - Rabu, 10 September 2025 19:53 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2025/09/_3406_Begini-Kronologi-Kematian-Tari--Gajah-Betina-Anak-Angkat-Kapolda-Riau-di-TNTN.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan bersama Tari, gajah betina 2 tahun yang menjadi anal angkatnya di Flying Squad TNTN.(Foto: Istimewa)
PEKANBARU - Kematian Kalistha Lestari, seekor Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatrensis) betina di camp Elephants Flying Squad SPTN Wilayah I Lubung Kembang Bunga Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Pelalawan, Rabu (10/9/2025), mengejuukan banyak pihak. Gajah berusia 2 tahun yang disebut-sebut anak angkat Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan ini kini tengah diselidiki penyebabnya

Bermula pada Selasa (9/9/2025), Tari masih menunjukkan kondisi sehat. Pagi hari sekitar pukul 07.43 WIB, Tari tampak aktif, bermain seperti biasa, dengan nafsu makan normal, feses baik;tanpa tanda kelemasan. Hanya intensitas menyusu yang sedikit berkurang.

Sore harinya sekitar pukul 17.00 WIB, kondisi Tari juga tetap stabil tanpa gejala sakit.

Pada Rabu (10/9/2025), sekitar pukul 08.00 WIB, mahout yang bertugas mendapati Tari dalam keadaan berbaring tanpa gerakan. Saat itu Tari sudah dinyatakan tak bernyawa.

Mahout kemudian menghubungi Dokter Hewan Teguh untuk melakukan pemeriksaan fisik. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan tidak ada luka atau trauma pada tubuh Tari, namun perut terlihat sedikit menggembung.

Untuk memastikan penyebab kematiannya, dokter melakukan tindakan nekropsi (bedah) dan mengambil sampel organ untuk pemeriksaan laboratorium dan akan dikirim ke Bogor untuk analisis lebih lanjut.

Balai Taman Nasional Tesso Nilo kini menunggu hasil pemeriksaan laboratorium sebagai dasar ilmiah untuk mengetahui penyebab kematian Tari.

Tari lahir pada tanggal 31 Agustus 2023. Tari merupakan hasil perkawinan dari gajah Lisa dengan gajah liar.

Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, tak dapat menyembunyikan kesedihan atas kepergian Tari. Menurut Irjen Herry, Tari bukan sekadar satwa, melainkan simbol keseimbangan ekosistem Tesso Nilo yang terus menghadapi tekanan.

"Tari bukan sekadar gajah, ia adalah simbol keseimbangan alam yang semakin rapuh," ujarnya.

Kapolda menegaskan, kematian Tari harus dijadikan momentum untuk memperkuat kesadaran menjaga lingkungan.Jiwa Tari menjadi energi yang menginspirasi untuk menjaga kelestarian hutan dan satwa liar.

Irjen Herry juga berjanji akan memperkuat komitmen program Green Policing yang mengintegrasikan perlindungan lingkungan ke dalam peran kepolisian.

"Selamat jalan, Tari. Engkau bukan hanya warga kehormatan Riau, tapi juga putri kebanggaan yang mengajarkan kita arti keseimbangan alam," tutup Kapolda.

Kepala Balai TNTN, Heru Sutmantoro, S. Hut, MM menuturkan, kehilangan Tari menjadi alarm darurat, betapa rentannya satwa langka ini.

Heru menyampaikan, pihaknya akan memperkuat komitmen kami dalam upaya perlindungan dan perawatan gajah di Tesso Nilo.

Kasubdit IV Ditreskrimsus Polda Riau, AKBPNasrudinmengatakan, pihaknya telah turun langsung ke lokasi bersama tim Balai Besar KSDA Riau dan TNTN untuk menyelidiki kasus ini.

"Iya, anggota kami sudah berada di lapangan. Saat ini masih dalam proses penyelidikan. Untuk hasilnya nanti akan kami sampaikan," ujar AKBP Nasrudin.

Penyelidikan dilakukan mendalam mengingat adanya dugaan kuat bahwa anak gajah betina itu meninggal akibat diracun.

"Apapun hasilnya, akan kami buka ke publik. Dugaan diracun atau tidak, masih perlu waktu dan pemeriksaan lebih lanjut," tambahnya.(Andi)

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Lingkungan

Beruang Berkeliaran di Permukiman Warga Kerumutan

Lingkungan

Bangkai Paus 8 Meter Terdampar di Pantai Bakau Mandah Inhil

Lingkungan

Dunia Konservasi Berduka, Diego Mati di PLG Minas Riau

Lingkungan

Ngeri! Nelayan Inhil di Inhil Selamat dari Terkaman Buaya, Bertahan 6 Jam di Atas Pohon

Lingkungan

Buaya Terkam Warga di Sungai Sendewo Meranti

Lingkungan

Info Kemunculan Harimau di Pasir Putih Kampar Dipastikan Hoaks