Penambahan Armada, 5 Heli Waterbombing Dikerahkan Tangani Karhutla Riau

Redaksi - Senin, 21 Juli 2025 17:58 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2025/07/_6197_Penambahan-Armada--5-Heli-Waterbombing-Dikerahkan-Tangani-Karhutla-Riau.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Ilustrasi Heli Waterbombing BNPB.(Foto: Istimewa)
kabarmelayu.comPEKANBARU- Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau terus diperkuat. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letnan Jenderal TNI Suharyanto, menyampaikan bahwa pemerintah pusat menambah armada helikopter untuk membantu proses pemadaman api melalui udara.

"Helikopter juga kami tambahkan, baik heli patroli maupun heliwater bombing, sesuai dengan saran dari Kalaksa kita tambahkan," ujarnya saat melakukan pertemuan di Lanud Rsn Pekanbaru, Senin (21/07/2025).

Dijelaskan, meskipun terdapat satu heli mengalami perbaikan, namun pihaknya telah menyiapkan satu unitwater bombingsudah mulai beroperasi. Kemudian, akan datang tambahan bantuan tiga unit heli untuk Provinsi Riau.

"Kemarin sudah masuk lagi satu heliwater bombing,dan hari ini akan langsung mulai beroperasi. Kemudian pada hari Rabu, kita akan masukkan tiga unit lagi," jelasnya.

Dengan demikian, dalam beberapa hari ke depan akan ada lima unit helikopter waterbombing yang dikerahkan di wilayah Riau. Oleh karena itu, ia berharap penambahan armada ini dapat mempercepat proses pemadaman terutama saat operasi modifikasi cuaca belum maksimal karena ketiadaan awan.

"Mudah-mudahan dengan bantuan heli ini, bisa membantu ketika operasi modifikasi cuaca tidak menemukan awan untuk dijadikan hujan," tambahnya.

Ia menekankan agar sarana yang diberikan pemerintah pusat dapat dimaksimalkan penggunaannya. Dengan begitu, kebakaran bisa dapat ditangani bersama.

"Jadi sarana yang diberikan pemerintah pusat ini tolong digunakan saja. Di situ ada heliwater bombingdan dikerahkan kemana-mana itu, jadi nanti langsung aja dibawa kendali operasi ya," tegasnya kepada jajaran di daerah.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Riau, Jim Gafur, menyambut baik keputusan penambahan helikopterwater bombingdari BNPB. Menurutnya, saat ini baru dua unit yang sudah tersedia, dan tambahan tiga unit akan sangat membantu memperluas jangkauan operasi udara.

"Alhamdulillah, tadi hasil rapat dengan Pak Kepala BNPB, Riau akan dibantu dengan tambahan upayawater bombing-nyasehingga menjadi lima unit," ungkapnya.

Ia menuturkan, dari dua unit yang sudah ada, satu dalam kondisi maintenance. Sedangkan, satu heli lagi sedang beroperasi di wilayah Rokan Hilir. "Sebentar lagi akan bertambah unit lagi, jadi totalnya ada lima. Untuk heli patroli sudahstandbydua unit," tuturnya.

Jim menjelaskan bahwa keberadaan heliwater bombingsangat vital dalam penanganan karhutla di beberapa titik rawan yang sulit diakses oleh tim darat. Penambahan helikopter ini diharapkan dapat memperkuat sinergi pusat dan daerah dalam menekan laju kebakaran lahan di Riau yang masih menjadi salah satu provinsi rawan karhutla di Indonesia.

"Hal ini dikarenakan ada beberapa titik yang tidak terjangkau oleh tim darat dan juga memang api yang sudah cukup meluas dan perlu dilakukan upaya pemadaman segera," tukasnya.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Lingkungan

BMKG Pantau 2.279 Hotspot di Sumatera, Kualitas Udara Pekanbaru Malam Ini Tidak Sehat

Lingkungan

Kabut Asap, Senin Besok Siswa di Pekanbaru Kembali Sekolah

Lingkungan

Modifikasi Cuaca Sepanjang Juli-September, 80 Ton Garam Disemai di Langit Riau

Lingkungan

2.828 Hotspot di Sumatera, Udara Pekanbaru Masih Sangat Tidak Sehat

Lingkungan

Peringatan untuk Kelompok Rentan, Asap Karhutla Berisiko Hingga Mengancam Jiwa

Lingkungan

Sempat Tertahan di Langit Riau Akibat Kabut Asap, Tiga Pesawat Akhirnya Mendarat di Bandara SSK II Pagi Ini