Peduli Lingkungan, Polda Riau Gelar Bakti Religi Bersama UAS di Tanjung Belit

Redaksi - Kamis, 19 Juni 2025 10:33 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2025/06/_6587_Peduli-Lingkungan--Polda-Riau-Gelar-Bakti-Religi-Bersama-UAS-di-Tanjung-Belit.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Kegiatan Bakti Religi dan Peduli Lingkungan sebagai bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan menyambut Hari Bhayangkara ke-79. (Foto: Ist)
kabarmelayu.comPEKANBARU - Dalam suasana malam yang khidmat di Tanjung Belit, Kabupaten Kampar, Polda Riau menggelar rangkaian kegiatan Bakti Religi dan Peduli Lingkungan sebagai bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan menyambut Hari Bhayangkara ke-79.

Acara yang bertema "Tak Kan Hilang Melayu di Bumi, Melindungi Tuah Menjaga Marwah" ini menghadirkan sinergi luar biasa antara pemimpin daerah, tokoh nasional, dan masyarakat setempat.Kapolda Riau Irjen Pol Herry Herjawan, Gubernur Riau Abdul Wahid, Wakapolda Brigjen Pol Jossy Kusumo, serta jajaran Forkopimda, Bupati/Walikota se-Riau, dan tokoh-tokoh inspiratif seperti Ustadz Abdul Somad (UAS) dan Rocky Gerung hadir dalam acara tersebut. Ratusan warga Tanjung Belit pun turut serta dalam kegiatan yang penuh makna ini.Acara dibuka dengan pembacaan puisi oleh Kapolda Riau yang menyentuh hati, menekankan pentingnya menjaga alam dan nilai kemanusiaan. Puisi tersebut kemudian dilanjutkan oleh seniman Remond Damora dan alunan musik dari Prof. Tomy Awe, semakin membangkitkan kecintaan terhadap bumi dan akar budaya Melayu.Puncak acara adalah ceramah yang disampaikan Ustadz Abdul Somad. UAS menyampaikan pesan mendalam tentang makna penanaman pohon sebagai simbol iman yang hidup dalam tindakan nyata.

Beliau memuji langkah Polda Riau yang menggunakan pohon asli, bukan dekorasi plastik, sebagai simbol komitmen menjaga lingkungan.

"Biasanya saya lihat pohon-pohon plastik, tapi malam ini saya terharu, semuanya asli. Ini bukan sekadar simbol, ini bukti bahwa kita bisa menjaga amanah dengan sungguh-sungguh," ujar UAS.Sebelum ceramah, Polda Riau telah melakukan penanaman pohon dan penebaran bibit ikan di perairan setempat.

Aksi nyata ini menunjukkan komitmen untuk menjaga kelestarian alam dan lingkungan. UAS menekankan bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari amanah agama, mendorong tanggung jawab sosial dan ekologis.

"Kita menanam bukan karena disuruh undang-undang, tapi karena diperintahkan agama. Dan agama tidak pernah bilang cukup," tegasnya.Kegiatan ini memperlihatkan peran Bhayangkara tidak hanya sebagai pengayom dan penegak hukum, tetapi juga sebagai pelestari lingkungan dan budaya. Semangat Hari Bhayangkara ke-79, "Melindungi Tuah, Menjaga Marwah," terwujud dalam setiap aksi nyata untuk menjaga keberlanjutan nilai, alam, dan kemanusiaan di Bumi Melayu.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Lingkungan

Gempur Narkoba, Polda Riau Ungkap 1.026 Kasus

Lingkungan

Dukung Efisiensi Energi Nasional, Polda Riau Terapkan Skema Kerja Fleksibel Tanpa Ganggu Layanan Publik

Lingkungan

22,53Kg Heroin Dimusnahkan, Polda Riau Nyatakan Perang Melawan Narkoba

Lingkungan

Bupati Afni Zulkifli Buka Puasa Bersama Mahasiswa Siak di Pekanbaru

Lingkungan

Bupati Afni Buka Puasa Bersama Mahasiswa Siak di Pekanbaru

Lingkungan

Tablig Akbar Ramadan 1447 H PWI Riau Hadirkan UAS