DLHK Inhil Disorot, Tak Punya Data Perusahaan yang Beroperasi di Wilayahnya

Redaksi - Senin, 03 Februari 2025 23:04 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2025/02/_655_DLHK-Inhil-Disorot--Tak-Punya-Data-Perusahaan-yang-Beroperasi-di-Wilayahnya.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Penasehat PPWI, Darsani.(Foto: me)
kabarmelayu.comINHIL – Kinerja Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menjadi sorotan tajam. Dalam rapat dengar pendapat yang digelar DPRD bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Terungkap bahwa DLHK tidak memiliki data jumlah perusahaan yang beroperasi di wilayahnya.

RDP tersebut merupakan tindak lanjut dari surat yang dilayangkan oleh Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Inhil. Perwakilan DLHK yang hadir saat itu, sekretaris dinas, gagal memberikan informasi terkait jumlah perusahaan yang beroperasi di Inhil.

Fakta ini menimbulkan pertanyaan besar tentang efektivitas pengawasan lingkungan yang seharusnya menjadi tugas utama DLHK.

Penasehat PPWI, Darsani, mengecam keras lemahnya pengawasan DLHK terhadap perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Inhil. Ia menyoroti dampak buruk yang timbul akibat minimnya pengawasan, seperti kebun masyarakat yang terendam, jalan rusak akibat kendaraan bermuatan berat, serta pencemaran lingkungan akibat limbah perusahaan.

"Jika DLHK tidak tahu jumlah perusahaan di Inhil, lalu bagaimana mereka bisa melakukan pengawasan. Ini menunjukkan ketidakbecusan dalam menjalankan tugas. Percuma ada DLHK jika hanya menerima laporan tanpa tindakan nyata. Kadis DLHK sebaiknya diganti dengan yang lebih kompeten," tegas Darsani.

Ia juga meminta agar Bupati Inhil yang terpilih nanti segera mencopot Kepala Dinas DLHK dan menggantinya dengan pemimpin yang benar-benar peduli terhadap kondisi lingkungan dan masyarakat.

Masyarakat berharap adanya tindakan tegas dari pemerintah daerah untuk memastikan perusahaan-perusahaan di Inhil bertanggung jawab atas dampak lingkungan yang mereka timbulkan. Jika pengawasan terus dibiarkan lemah, penderitaan masyarakat akibat kerusakan lingkungan dipastikan akan semakin parah.

PPWI bahkan berencana untuk menyurati Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) jika perusahaan-perusahaan yang ada tetap membandel dan mengabaikan hak masyarakat.

"Dengan desakan dari berbagai pihak, kini bola panas ada di tangan pemerintah daerah. Apakah DLHK akan berbenah atau justru semakin kehilangan kepercayaan masyarakat," tukas Darsani.(me)

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Lingkungan

Jelang Ramadhan, PT. Fajar Pratama Jaya Bagikan 1.000 Paket Sembako untuk Warga

Lingkungan

Usaha Limbah Buat Tak Nyaman, Warga Pandau Jaya Mengadu ke Kantor Desa

Lingkungan

Polisi Ungkap Penimbunan Limbah Medis B3 dari 200 Klinik dan Puskesmas di Pekanbaru

Lingkungan

Tewasnya Dua Balita Tewas di Kolam Limbah, 10 Pejabat PHR Diperiksa

Lingkungan

PT BLJ Salurkan Bantuan Hewan Kurban di 11 Kecamatan di Bengkalis

Lingkungan

Bau Limbah PKS PT Sinergi Integritas Agroindustri Bikin Warga Tak Nyaman