Sungai Kampar Meluap, 319 Rumah di Desa Buluh Cina Terendam

Redaksi - Senin, 20 Januari 2025 19:42 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2025/01/_3654_Sungai-Kampar-Meluap--319-Rumah-di-Desa-Buluh-Cina-Terendam.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Luapan air sungai Kampar menggenangi rumah warga Desa Buluh Cina, Siak Hulu, Kampar.(Foto: ist)
kabarmelayu.comKAMPAR - Pemerintah Desa Buluh Cina melakukan pengecekan debit air Sungai Kampar yang semakin naik, Senin pagi (20/1/2025). Hal ini dilakukan setelah adanya pembukaan pintu pelimpahan (spillway gate) PLTA Koto Panjang. Kegiatan itu juga memberikan sosialisasi kepada warga desa terkait situasi banjir yang semakin memburuk.

Kades Buluh Cina, Azrianto S, TP, menjelaskan, saat ini beberapa wilayah di desanya sudah terendam banjir.

"Kami terus memantau perkembangan dan mengimbau warga untuk tetap waspada, karena debit air yang meningkat signifikan mengakibatkan sejumlah rumah, fasilitas umum, serta perkebunan warga terendam," kata Kades, Senin (20/1/2025).

Sejak pagi, air banjir mulai mengenangi badan jalan desa dengan ketinggian 10 hingga 20 cm. Beberapa rumah warga juga terendam dengan ketinggian air mencapai 90 cm hingga 100 cm.

Fasilitas umum seperti masjid dan sekolah turut terendam dengan ketinggian air mencapai 15 cm hingga 30 cm.

Warga desa sudah melakukan langkah-langkah antisipatif, seperti mengungsikan hewan ternak ke tempat yang lebih tinggi dan membuat panggung di dalam rumah untuk tempat beristirahat dan menyimpan barang-barang agar tidak terkena air banjir.

Menurut keterangan Kades Azrianto, banjir juga berdampak pada sektor pertanian. Kebun kelapa sawit seluas 8 hektar, kebun karet seluas 2 hektar, serta kebun palawija yang meliputi pisang, umbi-umbian, labu, mentimun, dan kacang seluas 3 hektar, sudah terendam oleh banjir.

Adapun jumlah rumah yang terdampak, terbagi dalam empat dusun, yaitu Dusun 1 dengan 80 rumah, Dusun 2 dengan 82 rumah, Dusun 3 dengan 70 rumah, dan Dusun 4 dengan 87 rumah, total 319 rumah.

"Kami sangat berharap agar pemerintah daerah segera memberikan bantuan kepada warga yang terdampak, serta mempercepat penanganan bencana ini," ungkapnya.


Tag:

Berita Terkait

Lingkungan

Hujan 3 Jam, Jalan Sudirman dan Diponegoro Pekanbaru Tergenang

Lingkungan

Normalisasi Sungai Sail Dilanjutkan

Lingkungan

526 Rumah dan Fasum di Kuansing Terdampak Banjir

Lingkungan

Curah Hujan di Pekanbaru Tinggi, Pemko Maksimalkan Penanganan Banjir

Lingkungan

Pekanbaru Masih Dibelit Persoalan Banjir, Ini Kata Wawako Markarius

Lingkungan

Sepanjang 900 Kilometer Drainase di Pekanbaru Dinormalisasi Tahun Ini