Camat Bengkalis Buka Pelatihan Restorasi Mangrove dan Pemantauan Kenaikan Air Laut

Redaksi - Senin, 12 Agustus 2024 17:40 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2024/08/_9_Camat-Bengkalis-Buka-Pelatihan-Restorasi-Mangrove-dan-Pemantauan-Kenaikan-Air-Laut.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Foto: Camat Bengkalis Buka Pelatihan Restorasi Mangrove dan Pemantauan Kenaikan Air Laut.
BENGKALIS - Camat Bengkalis Taufik Hidayat resmi membuka pelatihan restorasi mangrove dan pemantauan kenaikan permukaan air laut atau Training Mangrove Restoration, Coastal Erosion and Sea Level Rise Monitoring.

Pelatihan ini diselenggarakan oleh Global Environment Center (GEC) Riau, Yayasan Gambut (YG) dan LSM Bahtera Melayu Bengkalis, Sabtu 10 Agustus 2024, di Balai Diklat Bengkalis Desa Kelapapati.

Dalam sambutannya,Taufik mengucapkan terima kasih kepada pihak penyelenggara pelatihan, dan ucapan terima kasih juga kepada para peserta baik dari tuan rumah Desa Kelapapati Kelompok Konservasi Paghet Seghaghah dan Kelompok Konservasi Sekat Bakau Desa Buruk Bakul Kecamatan Bukit Batu.

"Kami dari pihak pemerintah Kecamatan Bengkalis sangat mendukung kegiatan seperti ini, semoga para peserta kelompok penggiat mangrove bisa menyerap ilmu dengan baik. Sehingga dapat diterapkan di masing-masing kawasan pengelolaan mangrove,"ucap Camat.

Menurut Taufik manfaat dari mangrove ini banyak sekali, selain melindungi daerah pesisir dari abrasi, tanaman mangrove mampu menyerap emisi yang terlepas dari lautan dan udara.

"Kami akan berupaya nantinya mengarahkan pihak desa memanfaatkan dana Bermasa, guna mendukung program pengelolaan mangrove ini, karena kita harus bangga bahwa program Bupati kita Kasmarni-Bagus Santoso melalui dana Bermasa ini sangat bermanfaat bagi masyarakat desa, termasuk pengelolaan lingkungan,"tuturnya.

Kemudian Direktur LSM Bahtera Melayu diwakili Sekretaris Eksekutif Khairul Saleh mengatakan, kegiatan ini sebenarnya di sponsori oleh Global Environment Center (GEC) dan Yayasan Gambut (YG) Riau, telah melakukan asesmen pada bulan Mei tahun 2023.

"Alhamdulillah mereka sudah membantu Kelompok Konservasi Paghet Seghaghah Kelapapati ini pada pembibitan manggrove, sementara Kelompok Sekat Bakau Desa Buruk Bakul telah berjalan lebih dahulu dibantu oleh GEC,"jelas Khairul.

Sementara itu Direktur Yayasan Gambut Riau diwakili Rianda mengatakan, program Global Environment Center (GEC) ini untuk di Indonesia hanya di Riau tepatnya di Bengkalis dan khususnya Desa Buruk Bakul Kecamatan Bukit Batu dan Desa Kelapa Pati Kecamatan Bengkalis.

"Kita berharap program ini juga akan berlanjut namun yang terpenting kelompok mangrove harus siap dan bersemangat, karena progam restorasi mangrove juga dibantu LSM Bahtera Melayu yang sudah sangat berpengalaman di bidang mangrove ini,"ungkap Rianda.

Kemudian ditambahkan lagi, Kepala KPH Bengkalis Pulau Muhammad Fadli menjelaskan, tentang kewenangan pihaknya terhadap pengelolaan hutan baik daratan maupun hutan mangrove.

"Untuk kelompok yang menjadi pengelola hutan mangrove, kita siap membantu surat izin kawasan perhutanan sosial hingga keluar,"jelasnya lagi.

Selanjutnya kedua narasumber Dr. Romie Joneri dan Miswadi menjelaskan tentang ekosistem mangrove merupakan bagian penting dari wilayah pesisir yang memiliki peran ekologis dan ekonomis signifikan.

Menurut mereka, mangrove menyediakan habitat bagi berbagai spesies, melindungi garis pantai dari erosi dan menjadi sumber mata pencarian bagi masyarakat pesisir.

Pengelolaan mangrove berbasis masyarakat merupakan strategi efektif untuk memastikan kelestarian dan pemanfaatan berkelanjutan ekosistem ini.

Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan yang memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan serta jenis-jenis mangrove.

Selanjutnya narasumber juga jelaskan tujuan pelatihan ini meningkatkan pemahaman masyarakat tentang ekologi dan fungsi ekosistem mangrove. Dan melatih masyarakat dalam teknik pemetaan kawasan mangrove.

Membekali keterampilan masyarakat melalui transek vegetasi dan pemantauan mangrove. Serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan mangrove berkelanjutan.

Kegiatan selanjutnya melakukan praktek di lapangan dengan melakukan metode transek vegetasi mangrove, teknik pengukuran dan identifikasi jenis vegetasi mangrove. Kemudian pemetaan kawasan mangrove, dengan menggunakan drone dan pemantauan tinggi permukaan air pasang.

Tampak hadir Sekretaris Kepala Desa Kelapapati, KPH Bengkalis Pulau, UPT Wilayah II Pengawasan DKP Riau dan DLH Bengkalis dan Kelompok Belukap Desa Teluk Pambang Syamsul Bahari.(*)


Tag:

Berita Terkait

Lingkungan

Hadapi Risiko Pekerjaan Tergeser AI, Menaker Ajak Negara Asia Pasifik Perkuat Pelatihan Tenaga Kerja

Lingkungan

Pastikan Akurasi Data Sensus, Wabup Bengkalis Buka Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026

Lingkungan

Sinkronkan Pelatihan Vokasi dengan Industri KEK, Kemnaker Siapkan 60 Ribu Kuota Pelatihan

Lingkungan

Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Dimulai, Lebih dari 10 Ribu Peserta Ikuti Batch I

Lingkungan

Kemnaker Perluas Akses Pelatihan Vokasi Nasional 2026, Batasan Tahun Kelulusan Dihapus

Lingkungan

UPT SDN 024 Tarai Bangun Gelar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Dalam Pelayanan Siswa Inklusif