Black Hawk Mendarat di Pekanbaru, Bantu Pemadaman Karhutla

Redaksi - Rabu, 07 Agustus 2024 16:26 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2024/08/_50_Black-Hawk-Mendarat-di-Pekanbaru--Bantu-Pemadaman-Karhutla.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Helikopter Blackhawk waterbombing yang diperbantukan untuk pemadaman karhutla di Riau.(Foto: Ist)
PEKANBARU - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI kembali menambah bantuan untuk pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau. Kali ini BNPB mengirimkan heli water bombing jenis Black Hawk. Heli ini sudah mendarat di Pekanbaru Selasa kemarin.

Dengan tambahan helikopter ini, total heli water bombing yang digunakan untuk melakukan pemadaman Karhutla di Riau kini menjadi tujuh unit. Diharapkan dapat mempercepat pemadaman dan mengurangi dampak dari Karhutla.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, M Edy Afrizal, mengungkapkan, Helikopter Black Hawk tersebut dikirim dari Australia dan saat ini sedang dalam proses verifikasi sebelum dioperasikan untuk pemadaman Karhutla di Riau.

"Kami sedang mempersiapkannya untuk segera memperkuat satgas udara dalam memadamkan kebakaran," kata Edy, Rabu (7/8/2024).

Proses persiapan melibatkan beberapa langkah penting, termasuk verifikasi bersama tim dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)."Kami akan memeriksa helikopter dan peralatannya sebelum dioperasikan. Proses ini mungkin memakan waktu satu hingga dua hari," kata Edy.

Edy menjelaskan, Helikopter Black Hawk memiliki keunggulan manuver yang lebih baik dan kecepatan mencapai 90 hingga 100 mil per jam. Selain itu, daya jangkaunya sangat luas, dengan waktu penerbangan sekitar 4 hingga 5 jam.

Data dari BPBD Riau menunjukkan bahwa sejak Januari hingga akhir Juli 2024, total luas lahan terbakar di Riau mencapai 1.073 hektar.

Kemudian untuk Area yang paling terdampak adalah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dengan luas kebakaran mencapai 422 hektar, sementara Kabupaten Kuansing tercatat sebagai yang paling sedikit terimbas dengan luas 1,3 hektar.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Lingkungan

Hitungan Jam, TRC BPBD Inhil Taklukkan Dua Titik Karhutla

Lingkungan

Api Masih Menyala di Tanjung Kapal, Alat Berat Dikerahkan

Lingkungan

Tambah Kekuatan Penanganan Karhutla, Satu Heli Water Bombing BNPB Mendarat di Riau

Lingkungan

Manggala Agni Dikerahkan Padamkan Karhutla Rupat

Lingkungan

11 Daerah di Riau Sudah Tetapkan Siaga Darurat Karhutla

Lingkungan

Pekanbaru Status Siaga Darurat Bencana Karhutla