Waspada, Tahun Depan Kemarau Lebih Cepat Datang

Harijal - Jumat, 30 Desember 2016 09:45 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2016/12/7e6e61122016_waspadakebakaran.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Sugarin - Kepala BMKG Pekanbaru

PEKANBARU, kabarmelayu.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru, memprediksi musim kemarau akan datang lebih awal pada tahun 2017. Di mana berdasarkan prediksi, Februari yang biasanya masih masuk dalam kategori bulan dengan curah hujan tinggi, pada tahun depan akan memasuki musim kemarau.

Kepala BMKG Pekanbaru Sugarin mengatakan, kondisi iklim di Riau pada tahun depan diprediksi akan sama dengan kondisi cuaca pada tahun 2014. Di mana pada 2014,  kabut asap mulai terjadi pada rentan bulan Februari-Maret. Untuk itu perlu kewaspadaan pada saat bulan Februari sebagain wilayah di Riau sudah masuk musim kemarau.

"Terutama di wilayah pesisir timur Riau, karena wilayah pesisir timur itu seperti Kabupaten Siak, Kota Dumai jika terjadi kebakaran hutan arah angin akan menuju ke arah barat daya atau menuju ke Pekanbaru. Untuk itu diperlakukan kewaspadaan sejak dini,” jelas Sugarin.

Lebih lanjut dikatakannya, sebagai bentuk antisipasi, pada awal tahun 2017, pihaknya akan melakukan rapat evaluasi dengan pihak BPBD untuk segera menetapkan status siaga darurat untuk pencegahan.

Untuk itu pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat pada musim kemarau untuk tidak membuka lahan dengan membakar.

"Yang jelas jangan membuka lahan dengan cara membakar, karena lahan gambut kalau sudah terbakar akan sulit untuk memadamkannya. Kalau sudah sampai 20 atau 30 hari tidak terjadi hujan kan rawan, kalau lahan dibakar menjadi masalah kalau tidak dibakar ya tidak masalah,” jelasnya.

Untuk suhu cuaca, Sugarin memprediksi jika panas ada pada level suhu 34 sampai 35 derajat celcius. Dengan kondisi cuaca seperti itu mungkin sebagain menurutnya juga akan memperngaruhi pada sektor pertanian. Untuk itu pihaknya akan secara berkala menyampaikan kondisi iklim yang terjadi di Riau kepada Dinas Pertanian kabupaten/kota agar dapat diketahui dan dilakukan upaya pencegahan.

‘’Selain itu pihak Dinas Pertanian atau para petani sendiri bisa melihat kondisi iklim di website yang telah dibuat bekerja sama dengan Kementerian Pertanian. Termasuk di sana ada info kalender tanam, kondisi iklim sehingga para petani atau penyuluh nya sudah tahu apa langkah yang harus dilakukan,’’ jelasnya.

 

 

(riaupos.co)

 

Berita Terkait

Lingkungan

Kolaborasi Film Nasional Menguat, Komisi VII DPR Dorong Eksplorasi Budaya Daerah

Lingkungan

Kecelakaan Maut di Tol Permai, 5 Orang Tewas dan 5 Lainnya Luka-luka

Lingkungan

Elemen Masyarakat Demo di Mapolda Sumut, Desak Copot Kapolres Nias

Lingkungan

Talam Durian Satu Kilometer dan 8000 ASN Mengaji di Pekanbaru akan Pecahkan Rekor Muri

Lingkungan

Bupati Siak: Sensus Ekonomi Jadi Sumber Informasi Strategis Daerah Susun Kebijakan

Lingkungan

PPWI Inhil Minta Pemda Inspeksi Seluruh Dapur MBG, Pastikan Pengelolaan Limbah Sesuai Standar