TMC di Riau Tuntas, 18,4 Ton Garam Disemai

Redaksi - Jumat, 05 Juli 2024 14:29 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2024/07/_3945_TMC-di-Riau-Tuntas--18-4-Ton-Garam-Disemai.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
TMC di langit Riau beberapa waktu lalu.(Foto: Ist)
kabarmelayu.com,PEKANBARU - Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Provinsi Riau yang dilaksanakan oleh BMKG bekerja sama dengan berbagai instansi dan pihak terkait, di antaranya KLHK, BRGM, TNI AU dan BPBD Riau, tuntas dilaksanakan, Rabu (3/7/2024) kemarin. Kegiatan ini dimulai sejak 14 Juni 2024 lalu.

Budi Harsoyo, mewakili Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG mengatakan, OMC ini sebagai langkah preventif dalam upaya-upaya bersama untuk mitigasi bencana Karhutla.

Melalui modifikasi cuaca yang dilaksanakan BMKG, pembasahan lahan gambut dari air hujan diharap mampu menjaga kebasahan lahan agar mengurangi tingkat kemudahan terjadinya Karhutla.

"Hasil OMC terbukti mampu berkontribusi terhadap pembasahan lahan gambut melalui hujan," katanya.

Hasil kegiatan OMC di Provinsi Riau selama total 20 hari operasi (14 Juni-3 Juli 2024), mampu meningkatkan tinggi muka air tanah (TMAT) gambut di Provinsi Riau. Evaluasi hasil OMC dapat dikonfirmasi salah satunya melalui kenaikan TMAT di area gambut.

"Jika kita bandingkan nilai TMAT sebelum dilaksanakan OMC dengan nilai TMAT setelah dilaksanakan OMC, ada kecenderungan kenaikan. Secara umum, kenaikan TMAT gambut di beberapa stasiun observasi di Riau menunjukkan kisaran kenaikan 4 cm sampai 28 cm. Hal ini mengindikasikan bahwa hujan akibat intervensi OMC mampu berkontribusi terhadap pembasahan lahan gambut supaya tidak mudah terbakar, terutama memasuki puncak musim kering di Riau," jelas Budi.

Sementara itu, Ferdian Krisnanto selaku Kepala Balai Pengendalian Perubahan Iklim Wilayah Sumatera-KLHK menjelaskan, bahwa OMC memang ideal untuk dilakukan pada periode musim transisi (peralihan musim hujan ke kemarau).

"OMC di Riau memberikan kontribusi terhadap upaya-upaya pencegahan dan pengendalian karhutla. Pelaksanaan OMC untuk konteks pencegahan karhutla memang idealnya dilakukan saat musim transisi, sehingga potensi awan masih bisa dioptimalkan untuk menjadi hujan melalui penerbangan penyemaian awan,"ungkap Ferdi.

Dalam kesempatan terpisah, Jim Gafur, Kabid Kedarutatan BPBD Provinsi Riau, menjelaskan bahwa upaya-upaya pencegahan karhutla terus dilaksanakan dengan kerja sama pemerintah pusat, daerah, maupun sektor swasta.

"Selain melalui OMC, kami juga selalu menyiapkan beberapa unit heli Water Bombing untuk melakukan patroli udara maupun pemadaman langsung di lokasi fire spot jika ada kebakaran hutan dan lahan di Riau," ujar Jim.

Operasi Modifikasi Cuaca di Provinsi Riau telah dilaksanakan selama periode 14 Juni – 3 Juli 2024. Dalam pelaksanannya, penerbangan penyemaian awan OMC di Provinsi Riau didukung oleh satu unit pesawat Casa 212-400 A-2116 yang dioperasikan oleh kru penerbang Skadron 4 TNI AU. Selama 20 hari pelaksanaan OMC di Riau, total sebanyak 18.400 kg bahan semai telah digunakan dalam 23 sorti penerbangan penyemaian awan.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Lingkungan

Kapolres Pelalawan Pimpin Anev Penanggulangan Bencana Karhutla di Kerumutan

Lingkungan

Berjibaku Melawan Karhutla di Kerumutan, Tim Gabungan Bangun Embung, Penyekatan dan Water Bombing

Lingkungan

Maulid Nabi di Desa Seberang Pebenaan, Wabup Yuliantini Selipkan Pesan Tak Bakar Lahan

Lingkungan

Kunjungan Presiden ke Riau, BPBD Laporkan Tersisa 7 Titik Api di Empat Kabupaten

Lingkungan

Udara Tak Sehat Akibat Kabut Asap, UPT SMP Negeri 4 Siak Hulu Batasi Pembelajaran di Luar Ruangan

Lingkungan

TNI Kerahkan Satgas Khusus Percepat Penanganan Karhutla di Riau