Modifikasi Cuaca Serentak di 5 Provinsi, Riau Hingga 3 Juli

Redaksi - Kamis, 20 Juni 2024 21:48 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2024/06/_642_Modifikasi-Cuaca-Serentak-di-5-Provinsi--Riau-Hingga-3-Juli.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Pelaksanaan OMC di Riau.(Foto: BMKG)
kabarmelayu.com,PEKANBARU - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan, untuk pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), BMKG menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) serentak di lima provinsi. Di antaranya Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

"OMC ini dilakukan dalam rangka antisipasi bencana kekeringan dan Karhutla," kata Dwikorita di Jakarta, kemarin.

Adapun jadwal pelaksanaan OMC di Riau dilaksanakan pada 14 Juni-3 Juli 2024, Jambi 20 Juni-1 Juli 2024, Sumatra Selatan 3 Juli-12 Juli 2024, Kalimantan Barat 25 Juni-5 Juli 2024, dan Kalimantan Tengah tahap 5 Juli-15 Juli 2024.

Berdasarkan hasil analisis dan monitoring BMKG, pada Juli hingga September pada provinsi target OMC diperkirakan mengalami kekeringan dan rawan terjadi Karhutla. OMC bertujuan untuk mengurangi dampak risiko yang dapat terjadi dan dapat menganggu kehidupan masyarakat.

"OMC dilakukan untuk pembasahan lahan gambut untuk antisipasi dan mitigasi bencana Karhutla. Selain itu untuk mengisi kubah-kubah air yang berada di lahan gambut, sehingga mencegah lahan gambut kering dan mudah terbakar karena telah dibasahi oleh hujan," ujarnya.

Plt. Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto menjelaskan, berdasarkan pantauan Sipongi, secara kumulatif dua hari terakhir di provinsi terkait target sudah mulai terdeteksi hotspot dengan derajat kepercayaan menengah hingga tinggi 2-3 titik per hari.

Oleh karenanya, pembasahan lahan gambut tersebut dilakukan sebelum daerah terdampak memasuki puncak musim kemarau. OMC ditujukan untuk menekan potensi lonjakan hotspot dan potensi luasan area gambut yang terbakar.

"Saat ini sedang dilaksanakan OMC di Provinsi Riau sejak tanggal 14-18 Juni 2024 dan sudah menggunakan bahan semai NaCI powder sebanyak empat ton. Hingga hari ini, OMC di Riau telah dilaksanakan selama empat hari dengan rincian lima sorti penyemaian dengan total jam terbang 11 jam 35 menit," kata Seto.

Kegiatan OMC di Provinsi Riau dimulai pada tanggal 14 Juni 2024 bekerja sama dengan TNI AU Lanud Sultan Syarif Kasim II dan pesawat Casa 212 registrasi A-2116 dari Skuadron Udara 4 Malang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, dan PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP)

Editor
: Andi

Tag:

Berita Terkait

Lingkungan

Sempat Nihil, Hotspot Sumatera Sore Ini Melonjak ke Angka Ribuan

Lingkungan

Kabut Asap, Pemko Pekanbaru Kembali Tutup RTH dan Taman Kota

Lingkungan

Butuh Masker? Puskesmas di Pekanbaru Sediakan Gratis!

Lingkungan

2.440 Hotspot Bercokol di Sumatera, Kabut Asap Masih Berpotensi Terjadi di Riau

Lingkungan

BMKG Pantau 2.279 Hotspot di Sumatera, Kualitas Udara Pekanbaru Malam Ini Tidak Sehat

Lingkungan

Kabut Asap, Senin Besok Siswa di Pekanbaru Kembali Sekolah